Ekspektasi Persediaan Melimpah, Harga CPO Melemah

   •    Selasa, 05 Jun 2018 17:08 WIB
cpo
Ekspektasi Persediaan Melimpah, Harga CPO Melemah
Ilustrasi. (FOTO: MI/Farhan)

Jakarta: Crude palm oil (CPO) pada perdagangan Senin, 4 Juni 2018 kemarin ditutup di 2.407 ringgit Malaysia, dengan histori pada hari perdagangan tersebut menyentuh harga rendah (low) di 2.407 ringgit Malaysia serta harga tinggi (high) di 2.457 ringgit Malaysia.

CPO berjangka Malaysia turun lebih dari satu persen pada perdagangan Senin karena para pedagang memperkirakan persediaan melimpah karena permintaan ekspor yang lesu.

Kontrak CPO untuk pengiriman Agustus di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 1,31 persen menjadi 2.407 ringgit Malaysia atau setara dengan USD606,30 per metrik ton pada penutupan perdagangan kemarin.

"Permintaan terhadap komoditas tersebut tidak meningkat meski koreksi harga terjadi baru-baru ini. Pelaku pasar nampaknya menantikan kembali momentum penurunan harga yang lebih besar untuk menentukan aksi selanjutnya," ulas Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam analisanya, Selasa, 5 Juni 2018.

Badan Pemerintah Malaysia dijadwalkan akan merilis data produksi, ekspor dan persediaan untuk periode Mei dalam beberapa hari ke depan. Data dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB) mungkin dapat menunjukkan ada atau tidaknya ekspansi dalam persediaan pada akhir Mei.

Perdagangan Selasa 5 Juni 2018 saat tulisan ini disusun, pergerakan harga CPO sedang berada pada level 2.386 ringgit Malaysia. Dengan perdagangan hari ini dibuka pada harga 2.388 ringgit Malaysia, sementara harga tinggi tercatat berada di 2.393 ringgit Malaysia, dan harga rendah di 2.382 ringgit Malaysia.

CPO berjangka Malaysia memperpanjang penurunan pada Selasa dengan mencapai harga terendahnya dalam kurun waktu hampir sebulan, terbebani oleh permintaan ekspor yang tidak sesuai dengan ekspektasi.

Kontrak CPO untuk pengiriman Agustus di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 0,95 persen menjadi 2.386 ringgit Malaysia atau setara dengan USD601,01 per metrik ton pada sesi awal perdagangan Selasa. Dengan menyentuh harga 2.382 ringgit Malaysia merupakan harga terendah CPO terhitung sejak 8 Mei 2018.

Potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan support di kisaran harga:
- 2.372 ringgit Malaysia (support 1).
- 2.359 ringgit Malaysia (support 2).
- 2.310 ringgit Malaysia (support 3).

Potensi penguatan lanjutan perlu konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran:
- 2.440 ringgit Malaysia (resistance 3).
- 2.418 ringgit Malaysia (resistance 2).
- 2.405 ringgit Malaysia (resistance 1).


(AHL)