WTO Perkirakan Perdagangan Dunia Tumbuh 4,4% di 2018

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 14 Apr 2018 14:03 WIB
perdagangan bebasperdaganganekonomi duniawto
WTO Perkirakan Perdagangan Dunia Tumbuh 4,4% di 2018
World Trade Organization (Foto: World Trade Organization)

Jenewa: Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) memperkirakan kinerja perdagangan global akan tetap kuat dengan volume perdagangan barang tumbuh 4,4 persen pada 2018 dan 4,0 persen pada 2019. Sejumlah sentimen positif diharapkan bisa berdatangan guna mendukung pertumbuhan perdagangan.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 14 April 2018, ekspansi lanjutan bergantung pada pertumbuhan global yang kuat dan dukungan pemerintah untuk kebijakan perdagangan yang benar, kata organisasi itu dalam ramalan tahunannya.

Namun, WTO memperingatkan bahwa ada tanda-tanda ketegangan perdagangan yang meningkat mungkin telah memengaruhi kepercayaan bisnis dan keputusan investasi, yang dapat membahayakan pandangan saat ini.

"Pertumbuhan perdagangan yang kuat yang kita lihat hari ini akan menjadi vital bagi pertumbuhan ekonomi dan pemulihan yang berkelanjutan dan untuk mendukung penciptaan lapangan kerja," kata Direktur Jenderal WTO Roberto Azevedo.



Dia memperingatkan kemajuan penting ini dapat dengan cepat diruntuhkan, "jika pemerintah menggunakan kebijakan perdagangan yang ketat, terutama proses a tit-for-tat yang dapat menyebabkan eskalasi yang tidak terkendali," tukasnya.

Sebelumnya, ancaman tarif impor dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meningkatkan ketegangan perdagangan dengan Tiongkok. Menurut akademisi langkah proteksionis yang berusaha memotong langkah WTO adalah kesalahan besar dan diharapkan pengenaan tarif tidak diberlakukan.

Profesor Ilmu Politik di Universitas St Thomas Jon R Taylor mengatakan, ini tarif yang telah menargetkan Tiongkok dan mengonfirmasi bahwa administrasi Trump bermaksud untuk memotong badan penyelesaian sengketa WTO. Bahkan, secara sepihak bergantung pada hukum AS sendiri mengenai perselisihan perdagangan yang sedang berlangsung dengan Tiongkok.

"Itu adalah kesalahan besar. Aturan dan regulasi WTO didirikan untuk menyediakan mekanisme global untuk menyelesaikan sengketa perdagangan," tegas Thomas Jon R. Taylor, di Houston, Texas.

 


(ABD)