Emas Dunia Tertekan Usai USD Menguat

   •    Selasa, 15 May 2018 07:30 WIB
harga emasemaskomoditasekonomi dunia
Emas Dunia Tertekan Usai USD Menguat
Ilustrasi (AFP/DEUTCHE BUNDESBANK)

Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange berakhir sedikit lebih rendah pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), karena dolar Amerika Serikat (USD) melayang lebih tinggi. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni, turun USD2,5 atau 0,19 persen, menjadi ditutup di USD1.318,2 per ounce.

Mengutip Antara, Selasa, 15 Mei 2018, indeks dolar AS, yang mengukur uang terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,05 persen menjadi 92,581 pada pukul 20.00 GMT. Emas dan USD biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika USD naik maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargakan dalam USD menjadi lebih mahal.

Sementara itu, imbal hasil surat utang negara AS melihat keuntungan yang cukup besar karena para pedagang mencari petunjuk lebih lanjut tentang niat kenaikan suku bunga the Fed. Imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 10 tahun yang menjadi acuan, bertambah 1,6 basis poin menjadi 2,983 persen.



Sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih tinggi dapat mendorong pelemahan untuk emas, yang seperti komoditas-komoditas lainnya tidak menawarkan imbal hasil. Adapun kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah biasanya memberikan efek terhadap pergerakan imbal hasil investasi lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun sebanyak 10,7 sen AS atau 0,64 persen, menjadi menetap di USD16,645 per ounce. Platinum untuk penyerahan Juli, turun sebanyak USD11 atau 1,19 persen, menjadi ditutup di USD914,9 per ounce.

 


(ABD)