Kritik Trump Hentikan Kenaikan Harga Minyak Dunia

Angga Bratadharma    •    Jumat, 21 Sep 2018 08:01 WIB
minyak mentah
Kritik Trump Hentikan Kenaikan Harga Minyak Dunia
Ilustrasi (FOTO: AFP)

New York: Harga minyak global mengakhiri kenaikan beruntun tiga hari pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengkritik negara-negara anggota OPEC karena berupaya mendorong harga yang lebih tinggi. Trump, melalui cuitannya mendesak Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk menurunkan harga.

Mengutip Antara, Jumat, 21 September 2018, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober turun USD0,32 untuk menetap di USD70,8 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak Brent untuk pengiriman November turun 0,88 persen menjadi USD78,7 per barel di London ICE Futures Exchange.

Produsen OPEC dan non-OPEC, termasuk Rusia, dijadwalkan bertemu pada Minggu di Aljazair untuk membahas bagaimana mengalokasikan peningkatan pasokan untuk mengimbangi hilangnya produksi minyak dari Iran. Pertemuan mendatang sepertinya tidak akan menghasilkan keputusan formal tentang penyesuaian produski minyak mentah, menurut analis pasar.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 251,22 poin atau 0,95 persen menjadi 26.656,98. Sedangkan S&P 500 meningkat sebanyak 22,80 poin atau 0,78 persen menjadi 2.930,75. Indeks Nasdaq Composite naik 78,19 poin atau 0,98 persen menjadi 8,028,23.

Indeks Dow Jones mencapai rekor tertinggi pertama sejak Januari dengan Caterpillar dan Intel di antara para pemenang. Saham kedua perusahaan naik lebih dari dua persen pada penutupan. Teknologi, bahan pokok konsumen dan material memimpin kenaikan dari 11 sektor utama S&P 500. Nasdaq teknologi berat kembali naik setelah sesi negatif sebelumnya.

Pada data ekonomi, dalam pekan yang berakhir 15 September, klaim pengangguran awal AS berada pada 201 ribu, penurunan sebesar 3.000 dari tingkat yang tidak direvisi pekan sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan. Rata-rata pergerakan empat minggu adalah 205.750, penurunan 2.250 dari rata-rata yang tidak direvisi pekan sebelumnya.

 


(ABD)