Trump Evaluasi Komentar Sebelum Kembali Kenakan Tarif untuk Tiongkok

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 08 Sep 2018 16:01 WIB
ekonomi amerikaekonomi chinationgkokas-tiongkokPerang dagang
Trump Evaluasi Komentar Sebelum Kembali Kenakan Tarif untuk Tiongkok
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (AFP PHOTO/SAUL LOEB)

Washington: Penasihat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengungkapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak akan membuat keputusan mengenai tarif yang diancamkan terhadap barang-barang Tiongkok senilai USD200 miliar sebelum para pejabat mengevaluasi komentar publik.

Kantor Perwakilan Perdagangan AS mengumpulkan 5.914 komentar individu mengenai tarif yang diusulkan sebelum periode komentar publik berakhir pada Kamis malam. Komentar tersebut menjadi bahan penting untuk Trump memutuskan kembali mengenakan tarif kepada Tiongkok.

"Presiden sendiri dan kami akan mengevaluasi komentar dan kami akan membuat keputusan mengenai USD200 miliar. Kami akan membuat keputusan tentang volume, pada tingkat, pada waktu, dan saya tidak ingin maju dari kurva itu, itu di luar sana," kata Kudlow, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 7 September 2018.



Kudlow menolak untuk mengatakan apakah keputusan akan dibuat pada Jumat atau tidak. Tapi Kudlow, yang mengepalai Dewan Ekonomi Nasional, mengatakan bahwa administrasi Trump masih berbicara dengan Tiongkok tentang sejumlah masalah perdagangan, tetapi sejauh ini Tiongkok belum memenuhi permintaan AS.

"Kami masih berbicara dengan Tiongkok mengenai sejumlah masalah. Pembicaraan itu akan terus berlanjut. Kami ingin mengurangi hambatan perdagangan secara keseluruhan," kata Kudlow.

Secara khusus, Kudlow mengatakan, Amerika Serikat sedang mencari tarif nol, nol hambatan non-tarif, nol subsidi, menghentikan pencurian IP, menghentikan transfer teknologi, dan memungkinkan Amerika untuk memiliki perusahaan mereka sendiri.

"Mereka telah meminta kami selama berbulan-bulan dan sejauh ini permintaan tersebut belum dipenuhi," pungkasnya.

 


(ABD)