Harga Emas Dunia Kembali Perkasa Usai USD Melempem

   •    Rabu, 04 Jul 2018 07:32 WIB
harga emasemaskomoditasekonomi dunia
Harga Emas Dunia Kembali Perkasa Usai USD Melempem
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange kembali menguat atau berbalik naik pada akhir perdagangam Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Kondisi itu terjadi karena indeks dolar Amerika Serikat (USD) menurun.

Mengutip Antara, Rabu, 4 Juli 2018, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus, naik USD11,80 atau 0,95 persen menjadi ditutup di USD1.253,50 per ons. Emas berbalik naik dari tingkat penyelesaian terendah sejak Desember lalu adalah karena jeda kenaikan kurs USD.

Indeks USD, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,18 persen menjadi 94,70 pada pukul 16.37 GMT. Ketika USD turun biasanya emas berjangka akan naik, karena logam mulia yang dihargakan dalam USD menjadi lebih murah bagi para investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average melanjutkan penurunannya. Indeks Dow kehilangan 76,75 poin atau 0,32 persen menjadi 24.230,43 poin pada pukul 16.47 GMT. Penurunan di pasar ekuitas telah menambah dukungan bagi emas. Beberapa analis berpendapat emas masih menghadapi tekanan karena USD mungkin akan terus mendapatkan momentum.



Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 20,8 sen AS atau 1,31 persen menjadi ditutup pada USD16,043 per ons. Platinum untuk penyerahan Oktober naik USD32,9 atau 4,04 persen menjadi menetap di USD846,30 per ons.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 132,36 poin atau 0,54 persen menjadi berakhir di 24.174,82 poin. Indeks S&P 500 turun 13,49 poin atau 0,49 persen menjadi ditutup di 2.713,22 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir melemah 65,01 poin atau 0,86 persen menjadi 7.502,67 poin.

Pasar ditutup tiga jam lebih awal dari biasanya, karena libur untuk memperingati Hari Kemerdekaan Amerika Serikat atau 'Fourth of July', pada Rabu waktu setempat. Kerugian Dow terutama disebabkan oleh penurunan Apple dan Caterpillar. Saham kedua perusahaan tersebut turun lebih dari 1,5 persen.

 


(ABD)