Ekonom Nilai Fed Perlu Perlambat Kenaikan Suku Bunga

Angga Bratadharma    •    Kamis, 13 Sep 2018 12:03 WIB
ekonomi amerikathe fed
Ekonom Nilai Fed Perlu Perlambat Kenaikan Suku Bunga
Gedung The Fed (FOTO: AFP)

New York: Federal Reserve diperkirakan menaikkan suku bunga acuan kembali pada pertemuan September termasuk melaksanakan serangkaian kenaikan suku bunga acuan di tahun depan sejalan dengan perkembangan ekonomi Amerika Serikat. Sejauh ini, the Fed sudah beberapa kali menaikkan suku bunga acuan guna mengimbangi perbaikan ekonomi AS.

"Namun, the Fed dnilai perlu memperlambat kenaikan suku bunga untuk menghindari pelanggaran ekonomi," kata Presiden Bianco Research James Bianco, seperti dikutip dari CNBC, Kamis, 13 September 2018.

"Apa penyebab utama kehancuran ekonomi? Terlalu ketat kebijakan the Fed. Apa alasan utama the Fed terlalu ketat? Karena mereka berpikir ekonomi adalah A-plus dan akhirnya mereka menaikkan suku terlalu banyak, dan mereka akhirnya mencekik perekonomian," tambah Bianco.

Sementara pasar dan the Fed melihat ekonomi AS bergerak maju, Bianco lebih konservatif dengan memberikan ekonomi nilai B-plus. Ia tidak menampik tidak ada yang salah dengan fundamental ekonomi. Dalam hal ini, tingkat pekerjaan membaik dan pergerakan inflasi terkendali sesuai target.

"Ini ekonomi yang baik. The Fed akan menaikkan suku bunga pada September, mungkin sekali lagi, mungkin dua kali, antara sekarang dan akhir tahun depan. Jika kita mulai berpikir tentang enam kenaikan suku bunga, kita sudah terlalu jauh," jelasnya.

Sebelummya, Federal Reserve dinilai mulai melihat perubahan tren inflasi yang sudah lama ditunggu dan kondisi itu bisa memberikan penguatan bagi pasar bahwa the Fed sungguh-sungguh menaikkan suku bunga kembali hingga akhir tahun ini dan beberapa lagi di tahun depan. Tentu keputusan tersebut juga melihat indikator perekonomian lainnya seperti data pekerjaan.

The Fed telah lama menargetkan inflasi berada di angka dua persen. Akan tetapi, ukuran favorit inflasi yakni indeks pengeluaran konsumsi pribadi inti (PCE) yang terus menurun berhasil mencapai tingkat itu hanya dua kali sejak April 2012. Terakhir kali mencapai dua persen adalah Maret lalu.

 


(ABD)