Produksi Baja Tiongkok di Maret Naik ke Rekor Tertinggi

Angga Bratadharma    •    Kamis, 20 Apr 2017 10:02 WIB
ekonomi chinationgkok
Produksi Baja Tiongkok di Maret Naik ke Rekor Tertinggi
Industri baja di Tiongkok (REUTERS/Tyrone Siu)

Metrotvnews.com, Beijing: Produksi Baja Tiongkok mengalami kenaikan sebanyak 1,8 persen pada Maret ke rekor bulanan menjadi 72 juta ton, memicu kekhawatiran akan halangan yang terus meningkat meski Beijing mencoba mengendalikan kelebihan kapasitas di sektor yang membengkak dan permintaan tetap datar tersebut.

Total bulanan di Maret dengan mudah mengalahkan rekor sebelumnya sebesar 70,65 juta ton yang terjadi pada Maret 2016, data dari Biro Statistik Nasional menunjukkan pada hari Senin. Pada kuartal pertama, produksi mencapai 201,1 juta ton atau mengalami kenaikan 4,6 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Mengutip Reuters, Kamis 20 April 2017, meningkatnya produksi saat pabrik-pabrik Tiongkok mengajukan tawaran untuk mendapatkan keuntungan dari harga yang melonjak pada 2016 dan memasuki tahun ini merongrong dorongan pemerintah selama bertahun-tahun untuk mengurangi kapasitas agar industri baja lebih efisien dan mengatasi asap.


Seorang pekerja berada di atas tumpukan baja (REUTERS/Aly Song)

Tindakan keras Beijing telah menargetkan produk kelas rendah seperti rebar, yang sebagian besar digunakan untuk konstruksi. Meningkatnya tingkat persediaan dan penurunan harga baru-baru ini, bagaimanapun, menunjukkan bahwa output telah tumbuh lebih cepat daripada permintaan aktual Tiongkok.

Harga lebar baja yang paling aktif mengalami penurunan sebanyak 1,15 persen menjadi 2.918 yuan (USD423,90) per ton pada pukul 02.43 GMT, berada di jalur untuk penurunan 7,8 persen di April, kinerja bulanan terburuk mereka sejak Mei tahun lalu. Sejak 2016, rebar baja berjangka naik lebih dari 70 persen, dan mereka masih naik hampir 10 persen sepanjang tahun ini.

Menambahkan lebih banyak ketidakpastian terhadap prospek permintaan maka Tiongkok telah mengeluarkan serangkaian tindakan untuk menjinakkan pasar propertinya yang mulai panas termasuk membatasi penjualan rumah oleh pembeli. Langkah-langkah properti dapat menghambat pemulihan harga yang meningkat untuk harga baja dari penurunan pada Maret dan April.

 


(ABD)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

4 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA