Emas Dunia Turun Akibat USD Menguat

   •    Kamis, 20 Apr 2017 08:45 WIB
harga emas
Emas Dunia Turun Akibat USD Menguat
Ilustrasi (REUTERS/Arnd Wiegmann)

Metrotvnews.com, Chicago: Kontrak emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena dolar Amerika Serikat (USD) berbalik menguat atau rebound.

Mengutip Antara, Kamis 20 April 2017, kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni, mengalami penurunan sebanyak USD10,7 atau 0,83 persen menjadi menetap di posisi sebesar USD1.283,40 per ounce.

Setelah beberapa hari mengalami kerugian akibat pernyataan Presiden AS dan kekhawatiran geopolitik, Indeks Dolar AS naik 0,24 persen menjadi 99,74 pada pukul 19.00 GMT. Indeks merupakan ukuran dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan turun, karena emas yang diukur dengan dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor.

Namun demikian, emas dicegah dari penurunan lebih lanjut karena indeks Dow Jones Industrial Average AS merosot 109,63 poin atau 0,53 persen pada pukul 19.00 GMT. Para analis mencatat bahwa ketika ekuitas mengalami kerugian maka logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman.

Para investor juga memantau secara hati-hati pernyataan-pernyataan yang dibuat oleh anggota Federal Reserve AS untuk mengantisipasi kenaikan suku bunga berikutnya. Informasi terakhir menunjukkan banyak investor percaya bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga dari 1,00 ke 1,25 selama pertemuan Juni.

Perak untuk pengiriman Mei turun 11 sen atau 0,60 persen menjadi ditutup pada USD18,178 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun USD8,3 atau 0,85 persen menjadi berakhir di USD970,30 per ounce.

 


(ABD)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

4 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA