Ditopang Konsumsi, Ekonomi Tiongkok Tumbuh 6,9 %

Arif Wicaksono    •    Senin, 17 Apr 2017 15:27 WIB
tiongkok
Ditopang Konsumsi, Ekonomi Tiongkok Tumbuh 6,9 %
Tiongkok (AFP/PHOTO STR).

Metrotvnews.com, Beijing: Ekonomi Tiongkok  melaju cepat karena kenaikan investasi,  penjualan ritel dan penguatan produksi pabrik di tengah pertumbuhan kredit yang kuat dan kekuatan lebih lanjut di pasar properti.

Produk domestik bruto (PDB) meningkat 6,9 persen pada kuartal pertama tahun ini dari capaian kuartal I  tahun sebelumnya. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan estimasi analis dengan median 6,8 persen dalam survei Bloomberg. 

"Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok memulai pertumbuhan PDB yang kuat," kata kepala ekonom Tiongkok di Australia & New Zealand Banking Group Ltd di Hong Kong, Raymond Yeung dikutip dari Bloomberg, Senin 17 April 2017. 

Ekspansi lanjutan memperkuat  rebound karena harga produsen mengalami lonjakan, output industri naik dan  kredit mendorong investasi. Para pembuat kebijakan telah mengeser sikap moneter yang lebih netral karena mereka berusaha untuk meringankan risiko keuangan dan mengurangi kelebihan kapasitas industri.

"Pertumbuhan kuartal pertama terutama didorong oleh kuatnya penjualan properti dan investasi," kata kepala ekonom Tiongkok Macquarie Securities Ltd di Hong Kong Larry Hu.  

Kenaikan redit baru melebihi perkiraan bulan lalu di tengah pertumbuhan yang kuat di shadow banking. Pembiayaan agregat tumbuh 2,12 triliun yuan (USD308 miliar). Dengan acuan ini ekonomi tumbuh 11,8 persen dari tahun sebelumnya, menurut perkiraan Bloomberg Intelligence.

Data lain menunjukkan adanya perubahan perindahan pertumbuhan ekonomi dari sektor industri.  Konsumsi menyumbang 77,2 persen terhadap pertumbuhan pada kuartal pertama, seorang juru bicara NBS mengatakan pada briefing di Beijing. Tahun lalu, sektor konsumsi hanya menyumbang 64,6 persen dari pertumbuhan ekonomi.

"Rebound dalam penjualan ritel adalah sangat penting karena hal ini menunjukkan bahwa belanja konsumen tetap kuat," kata Kepala Ekonom Tiongkok Asia-Pasifik di IHS Markit di Singapura Rajiv Biswas. 

Namun, salah satu ukuran bagi acuan pendapatan konsumen melambat. Pertumbuhan pendapatan per kapita secara median melambat menjadi 6,7 persen pada kuartal pertama tahun ini atau turun dari 8,3 persen pada tahun lalu dan melambat dari ekspansi PDB untuk pertama kalinya sejak NBS mulai merilis pengukur pendapatan konsumen pada Maret 2014.


(SAW)

TNI Gagalkan Penyelundupan 24 Ton Garam Ilegal

TNI Gagalkan Penyelundupan 24 Ton Garam Ilegal

2 hours Ago

Aparat TNI AL Wilayah Dumai, Riau, menangkap sebuah kapal motor kayu yang diduga mengangkut 24 …

BERITA LAINNYA