Aktivitas Hipotek AS Catat Penurunan Terbesar

Angga Bratadharma    •    Kamis, 18 May 2017 08:00 WIB
propertirumahperumahanekonomi amerika
Aktivitas Hipotek AS Catat Penurunan Terbesar
Rumah terlihat sedang dibangun di daerah barat daya Portland, Oregon (REUTERS/Steve Dipaola)

Metrotvnews.com, New York: Aktivitas aplikasi hipotek Amerika Serikat (AS) mencatat penurunan tertajam sejak Desember, mundur dari ketinggian delapan minggu karena berbagai biaya pinjaman rumah stabil atau naik dengan rendah hati, menurut data Mortgage Bankers Association (MBA) yang dirilis.

Mengutip Reuters, Kamis 18 Mei 2017, kelompok industri yang berbasis di Washington mengatakan tindakannya terhadap aplikasi hipotek turun menjadi 398,8 poin dalam pekan yang berakhir 12 Mei dalam penurunan 4,1 persen dari minggu sebelumnya. Ini merupakan penurunan mingguan terbesar sejak penurunan 12,1 persen pada 23 Desember.

Perekonomian AS dinilai akan gagal mencapai target administrasi Trump sebesar tiga persen di 2017 ini. Adapun kondisi itu hanya akan tercapai ketika kebijakan peraturan, pajak, perdagangan, dan energi sepenuhnya terealisasi.

Sebelumnya, Sekretaris Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan, target Produk Domestik Bruto (PDB) AS tentu tidak dapat dicapai tahun ini yang diharapkan bisa mencapai angka tiga persen. Dalam hal ini, memang perlu ada upaya dan langkah yang lebih keras untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi AS.

"Kongres telah memperlambat segalanya. Bahkan kita tidak memiliki setengah orang ditempatnya," ujar Ross.

Namun, Ross mengatakan, hal itu pada akhirnya dapat dicapai di tahun setelah semua kebijakan bisnis dan ekonomi Presiden AS Donald Trump diimplementasikan. Dia mencatat bahwa penundaan mungkin dilakukan jika dorongan untuk pemotongan pajak melambat di Kongres.

Ross juga memberi isyarat bahwa administrasi Trump akan mencoba menggunakan alat yang ada untuk menerapkan peraturan perdagangan secara agresif dan menuntut perlakuan yang lebih adil untuk barang AS daripada mengadopsi pendekatan tebang-dan-tutup Trump yang dibahas pada kampanye di 2016.

 


(ABD)