BoJ Diperkirakan Longgarkan Kebijakan di Pertemuan Minggu Ini

Angga Bratadharma    •    Selasa, 20 Sep 2016 16:44 WIB
ekonomi jepang
BoJ Diperkirakan Longgarkan Kebijakan di Pertemuan Minggu Ini
Seorang pebisnis melintasi depan Gedung Bank of Japan di Tokyo, Jepang (REUTERS/Toru Hanai)

Metrotvnews.com, New York: Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan melonggarkan kebijakan lebih lanjut pada pertemuan minggu ini. Menurut jajak pendapat Reuters, kondisi itu akan terjadi guna mengatasi stagnasi kronis dan memadamkan spekulasi atas habisnya opsi pilihan.

Para ekonom yang disurvei pada 14-20 September menunjukkan sebagian besar terbagi mengenai apa langkah BoJ selanjutnya terkait memangkas suku bunga negatif lebih dalam atau justru meningkatkan suku bunga atau mengkalibrasi ulang program pembelian aset, atau bahkan melakukan keduanya.

Tindakan BoJ pada pertemuan di Juli lalu telah menjatuhkan ekspektasi pasar dalam jangka pendek, meski langkah itu dilakukan dengan mengumumkan review atas situasi dan kondisi ekonomi yang merupakan efek dari program stimulus yang dilakukan.

Sebanyak 20 dari 31 ekonom dalam jajak pendapat menyatakan bahwa BoJ akan mengumumkan pelonggaran lebih lanjut pada Rabu. Sementara enam di antaranya menyatakan langkah berikutnya akan diumumkan pada ulasan di 31 Oktober dan 1 November. Sedangkan sebanyak empat ekonom melihat BoJ membutuhkan beberapa waktu sampai 2017.

"Harapan untuk mengalahkan tingkat deflasi lebih lanjut baru saja telah surut dengan indeks harga konsumen BoJ mengalami perlambatan. Selain itu, ada tekanan pada yen," kata Ekonom Senior Shinkin Central bank Takumi Tsunoda, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (20/9/2016).

Namun demikian, beberapa ekonom dalam jajak pendapat menyatakan ada perubahan atas program stimulus BoJ seperti membeli lebih banyak obligasi pemerintah, menyesuaikan jatuh tempo obligasi yang memenuhi syarat untuk pembelian, meningkatkan pengeluaran di atas kertas komersial, dan utang perusahaan serta pertukaran perdagangan.

"Namun, ada kemungkinan bahwa BoJ akan menurunkan suku bunga negatif lebih lanjut dan menggeser pembelian obligasi dalam jangka pendek dan obligasi dalam jangka menengah," ujar Tsunoda. Sejauh ini, tindakan BoJ telah menaikkan sedikit ekspektasi inflasi rumah tangga.


(ABD)