Eropa Butuh Pasar Modal yang Kuat Usai Brexit

Angga Bratadharma    •    Kamis, 18 May 2017 07:30 WIB
brexitekonomi inggris
Eropa Butuh Pasar Modal yang Kuat Usai Brexit
Ketua Dewan Pengawas Deutsche Bank (DBKGn.DE) Paul Achleitner (REUTERS/Kai Pfaffenbach)

Metrotvnews.com, Eropa: Eropa membutuhkan industri pasar modal yang kuat untuk mempertahankan independensi dari Amerika Serikat (AS) dan mengingat keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa atau melakukan Brexit. Adapun sejumlah langkah perlu dilakukan agar ekonomi Inggris tidak terpuruk di masa mendatang.

Ketua Dewan Pengawas Deutsche Bank (DBKGn.DE) Paul Achleitner mengaku bahwa dirinya termotivasi untuk duduk kembali pada masa jabatan lima tahun kedua di kursi dewan sehingga dia dapat berkontribusi untuk membuat pasar modal Eropa lebih kuat. Kondisi itu tentu menjadi sangat penting dilakukan.

"Eropa membutuhkan Deutsche Bank yang kuat. Eropa membutuhkan pasar modal yang kuat agar tidak bergantung pada AS. Dan jika saya dapat memberikan kontribusi untuk hal ini maka saya ingin melakukan hal itu. Eropa tidak boleh menjadi museum. Ini lebih penting daripada sebelumnya setelah Brexit," kata Achleitner, seperti dikutip dari Reuters, Kamis 18 Mei 2017.



Sejak Achleitner menduduki kursi jabatan pertamanya di 2012, Deutsche Bank telah menghadapi pemberontakan pemegang saham dan miliaran denda untuk bisnis sekuritas hipotek AS dan skandal lainnya. Sebagai tanggapan, bank telah mengubah strateginya, meningkatkan modal baru dan sepenuhnya menukar manajemen seniornya.

"Saya tidak mudah membuat keputusan tentang masa jabatan kedua. Tapi saya merasa bertanggung jawab secara pribadi kepada rekan kerja yang telah saya bawa ke manajemen dan dewan pengawas. Saya tidak bisa hanya mengatakan, 'pergilah tanpa saya'," tegasnya.


Ilustrasi (Foto: Business Insider)

Sebelumnya, hasil produksi industri Inggris menyusut untuk bulan ketiga berturut-turut pada Maret, data resmi menunjukkan. Kondisi itu menggarisbawahi bagaimana dampak suara Brexit tahun lalu telah mulai mempertimbangkan pergerakan ekonomi sekarang ini.

Kantor Statistik Nasional mengatakan bahwa defisit perdagangan Inggris melebar lebih dari yang diperkirakan, sebuah kemunduran lebih lanjut untuk harapan bahwa penurunan nilai poundsterling sejak referendum untuk keluar dari keanggotaan Uni Eropa akan membantu menyeimbangkan kembali ekonomi.

 


(ABD)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

4 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA