Emas Dunia Jatuh ke Tingkat Terendah

   •    Rabu, 16 May 2018 07:31 WIB
harga emasemaskomoditasekonomi dunia
Emas Dunia Jatuh ke Tingkat Terendah
Ilustrasi (SEBASTIAN DERUNGSSEBASTIAN DERUNGS/AFP)

Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange jatuh ke tingkat terendah tahun ini pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (USD) dan kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS).

Mengutip Antara, Rabu, 16 Mei 2018, kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni, anjlok USD27,9 atau 2,12 persen menjadi ditutup di USD1.290,30 per ounce. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,7 persen menjadi 93,25 pada pukul 18.40 GMT.

Emas dan USD biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika USD naik maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargakan dalam USD menjadi lebih mahal bagi para pemegang mata uang lainnya.

Imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih tinggi juga menghambat permintaan terhadap logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil, karena imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 10 tahun yang dijadikan acuan mencapai level tertingginya sejak 2011. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun naik 8,9 basis poin menjadi 3,078 persen.



Sementara itu, dalam pidatonya di Economic Club of Minnesota, Presiden Federal Reserve San Francisco John Williams mendukung target the Fed untuk menaikkan suku bunga sebanyak tiga atau empat kali tahun ini, peningkatan secara bertahap selama dua tahun berikutnya.

Suku bunga AS yang lebih tinggi cenderung meningkatkan USD dan imbal hasil obligasi, membuat emas dengan denominasi mata uang USD lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya dan mengurangi daya tarik aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 37,6 sen AS atau 2,26 persen, menjadi menetap di USD16,229 per ounce. Platinum untuk penyerahan Juli turun USD17,7 atau 1,93 persen, menjadi ditutup pada USD897,2 per ounce.

 


(ABD)