Emas Berjangka Jatuh

   •    Selasa, 11 Sep 2018 08:03 WIB
harga emasemasekonomi dunia
Emas Berjangka Jatuh
Ilustrasi (SEBASTIAN DERUNGSSEBASTIAN DERUNGS/AFP)

Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange jatuh pada Senin waktu setempat (Selasa WIB). Pelemahan terjadi karena data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang kuat mendukung ekspektasi untuk kenaikan suku bunga the Fed lebih lanjut pada tahun ini.

Mengutip Xinhua, Selasa, 11 September 2018, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun USD0,6 atau 0,05 persen menjadi ditutup pada USD1.199,8 per ons. AS menciptakan 201 ribu pekerjaan baru pada Agustus, menjaga tingkat pengangguran terendah 18 tahun di angka 3,9 persen, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan.

Laporan pekerjaan yang kuat dipandang mendukung niat Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga setidaknya sekali lagi pada September, yang sudah diperkirakan. Tidak ditampik, keputusan the Fed untuk menaikkan suku bunga memberikan efek terhadap pergerakan instrumen investasi lainnya, termasuk logam mulia dan pasar saham.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik sebanyak 1,1 sen atau 0,08 persen menjadi menetap di USD14,181 per ons. Platinum untuk Oktober menambahkan USD9,6 atau 1,23 persen menjadi ditutup pada USD790 per ons.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 59,47 poin atau 0,23 persen menjadi 25.857,07. Sedangkan S&P 500 meningkat sebanyak 5,45 poin atau 0,19 persen menjadi 2.877,13. Indeks Nasdaq Composite naik 21,62 poin atau 0,27 persen menjadi 7.924,16.

Nike dan Home Depot termasuk di antara para pemenang di indeks Dow Jones. Saham kedua perusahaan naik lebih dari dua persen pada penutupan. UnitedHealth dan Boeing berkinerja buruk, dengan saham perusahaan masing-masing meluncur 3,19 persen dan 2,12 persen.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan utilitas dan real estate memimpin kenaikan. Sektor teknologi naik lebih dari 0,3 persen. Nasdaq yang terlalu banyak menghasilkan teknologi kehilangan empat hari beruntun, didukung oleh saham reli Tesla. Saham pembuat kendaraan listrik AS naik 8,46 persen pada penutupan pasar.

 


(ABD)