Revisi NAFTA hingga Tarif Tinggi jadi Ancaman Ekonomi Meksiko

   •    Sabtu, 11 Aug 2018 21:07 WIB
ekonomi amerikameksikonaftaPerang dagang
Revisi NAFTA hingga Tarif Tinggi jadi Ancaman Ekonomi Meksiko
Ilustrasi (LARS HAGBERG/AFP)

Meksiko: Renegosiasi Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara atau North American Free Trade Agreement (NAFTA) dan tarif yang dikenakan oleh Amerika Serikat pada impor suku cadang mobil adalah risiko utama bagi ekonomi Meksiko, kelompok keuangan BBVA Bancomer mengatakan. Ada harapan agar kondisi tersebut tidak berdampak negatif bagi perekonomian.

Meski pembicaraan perdagangan berlangsung pada catatan optimis, pihak yang membahas NAFTA terus tidak setuju pada poin-poin penting dari perjanjian tersebut. Meksiko berharap pembahasan NAFTA bisa memberikan keuntungan bagi semua pihak, termasuk upaya memitigasi risiko dari ketidakpastian.

"Risiko keuangan secara variabel tidak berasal dari internal, tetapi berasal dari apa yang bisa terjadi dengan tarif yang diusulkan Presiden (Donald) Trump dan revisi NAFTA," kata Kepala Ekonom BBVA Bancomer Carlos Serrano, dalam laporannya, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu, 11 Agustus 2018.

Bahkan, lanjutnya, perubahan Pemerintahan Meksiko pada Desember mendatang bukan menjadi faktor risiko. "Transisi pemerintah tidak akan menjadi faktor yang dapat mengacaukan variabel keuangan. Kami percaya transisi akan terus terjadi secara teratur," tuturnya. Presiden terpilih Andres Manuel Lopez Obrador akan mengambil alih kantor pada 1 Desember.

BBVA Bancomer memperkirakan pertumbuhan ekonomi Meksiko sebesar 2,6 persen di tahun ini. Kebijakan proteksionisme yang diterapkan sejauh ini oleh Amerika Serikat memiliki dampak terbatas, tetapi langkah-langkah lain yang sedang dibahas dapat memiliki konsekuensi yang berat, menurut kelompok keuangan tersebut.

"Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) di sektor perdagangan bisa turun menjadi sekitar 0,2 persen jika Amerika Serikat meningkatkan langkah-langkah proteksionisnya," sebut BBVA Bancomer, dalam laporannya.

Pada 23 Mei, Washington meluncurkan penyelidikan tentang apakah mengimpor mobil dan truk menimbulkan ancaman keamanan nasional dan akan menyebabkan tarif serupa dengan yang dikenakan pada baja dan aluminium dari Meksiko dan negara-negara lain.

Dalam kasus Meksiko, Serrano mengatakan, selama beberapa bulan terakhir, perubahan dalam harga aset domestik telah menjadi akibat dari meningkatnya ketegangan perdagangan. Ke depan, dia pikir itu sulit bagi ekonomi Meksiko untuk tumbuh pada kecepatan empat persen, seperti yang diusulkan oleh Lopez Obrador.

"Jika skenario ekspansi yang tidak realistis terjadi, kita bisa berakhir dengan defisit fiskal yang meningkat. Kami melihatnya pada 2013 dan 2014, tahun-tahun di mana defisit tumbuh karena anggaran dilakukan berdasarkan skenario pertumbuhan yang tidak realistis," pungkasnya.

 


(ABD)