Kuartal III-2016

Didorong Belanja Pemerintah, Ekonomi Tiongkok Diperkirakan Tumbuh 6,7%

Angga Bratadharma    •    Rabu, 19 Oct 2016 09:16 WIB
ekonomi chinationgkok
Didorong Belanja Pemerintah, Ekonomi Tiongkok Diperkirakan Tumbuh 6,7%
Ilustrasi (FOTO: Reuters)

Metrotvnews.com, New York: Pertumbuhan ekonomi Tiongkok diperkirakan mantap di posisi 6,7 persen di kuartal III-2016 dengan didorong oleh belanja pemerintah dan hiruk-pikuk laju bisnis sektor perumahan. Namun, kondisi itu akan dibarengi dengan investasi swasta yang menurun, utang bergelombang, dan adanya risiko koreksi sektor properti.

Baca: Belanja Infrastruktur Pemerintah Dukung Pertumbuhan Penjualan Ritel Tiongkok

Data yang dirilis pada Rabu diharapkan bisa memberikan gambaran mengenai perekonomian Tiongkok yang secara perlahan mulai bergerak stabil tapi ketergantungan semakin besar terhadap belanja pemerintah dan pertumbuhan bisnis di sektor perumahan. Hal itu diperkirakan terjadi lantaran kinerja ekspor tetap perlu ditingkatkan lagi.

Pemimpin Tiongkok mencoba untuk memacu pertumbuhan dengan menciptakan lapangan pekerjaan, tapi juga dihadapkan pada tekanan untuk mendorong reformasi struktural yang memberi tekanan karena harus memotong kelebihan kapasitas industri. Kondisi itu akan menjadi momok dan meningkatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) serta gagal bayar utang.

Ekonom percaya risiko jangka pendek terbesar adalah kemungkinan koreksi di pasar properti yang terbilang tinggi yang menyumbang sekitar 15 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Gelombang pembatasan pembelian rumah yang dikenakan pada pembeli di kota-kota besar dalam beberapa pekan terakhir telah mengakibatkan penurunan tajam dalam penjualan.


Bendera Tiongkok (Reuters/Bobby Yip

"Tekanan pertumbuhan bisa berdampak terhadap nilai bisnis setelah langkah-langkah pengetatan properti baru-baru ini diumumkan. Pertumbuhan jangka pendek juga akan cenderung berada di bawah tekanan karena penurunan pertumbuhan kredit berdampak ke penurunan belanja," kata Analis di DBS Group Singapura, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (19/10/2016).

Pemerintah Tiongkok berjanji untuk mengurangi utang yang penuh dengan risiko. Namun, situasi itu akan memperlambat kegiatan ekonomi Tiongkok dalam jangka waktu pendek. Hal semacam ini tentu perlu diperhatikan lantaran perlambatan ekonomi Tiongkok memberi pengaruh terhadap ekonomi dunia.

Baca: Tiongkok Mulai Batasi Pembelian Rumah

Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang mengatakan pekan lalu bahwa ekonomi bergerak lebih baik dari yang diharapkan di kuartal III-2016 karena terjadinya rebound pada output pabrik, keuntungan perusahaan dan laju investasi, serta adanya risiko utang yang terkendali.

Baca: Bank Sentral Tiongkok Beri Kredit Murah Dukung Proyek Lingkungan

Namun demikian, perkiraan untuk kuartal III-2016 dinilai masih mendekati level terlemah sejak krisis global, menurut 58 ekonom yang disurvei oleh ekonom. Kondisi itu diperkirakan akan tertap terjadi meski ada perbaikan diberbagai macam aspek dan diharapkan terjadi pada output pabrik dan investasi.

 


(ABD)