Mantan CEO Wells Fargo John Stumpf Undur Diri dari Chevron

Angga Bratadharma    •    Rabu, 19 Oct 2016 10:06 WIB
perbankan
Mantan CEO Wells Fargo John Stumpf Undur Diri dari Chevron
John Stumpf (REUTERS/Gary Cameron)

Metrotvnews.com, New York: John Stumpf mengundurkan diri dari jajaran dewan direksi di Chevron Corp (CVX.N) dan Target Corp (TGT.N), seminggu setelah ia berhenti sebagai Kepala Eksekutif atau Chief Executive di Wells Fargo & Co (WFC.N). Pengunduran dirinya ini tidak ditampik terjadi di tengah sebuah skandal.

Baca: Wells Fargo Ragu Lakukan Perubahan Strategi Bisnis

Mengutip Reuters, Rabu 19 Oktober, Stumpf mengundurkan diri karena alasan pribadi dan bukan sebagai akibat dari perselisihan dengan Chevron, produsen minyak terbesar kedua yang berbasis di AS. Namun, belum diketahui pasti apakah pengunduran diri tersebut memang benar-benar karena alasan pribadi semata.

Pada 3 Oktober lalu, Chevron mendukung pengunduran diri Stumpf, meski tidak ditampik ada kekhawatiran mengenai siapa yang akan menjadi pemimpin di Wells Fargo. Mencari pengganti Stumpf menjadi penting agar bisnis Wells Fargo bisa terus berjalan dengan baik.

Baca: OJK: Risiko Kredit Masih Tinggi

Stumpf bergabung dengan dewan direksi Chevron dan dewan direksi Target pada 2010. Stumpf memberitahu kepada dewan direksi pada Senin bahwa ia berniat untuk mengundurkan diri, dan dilakukan saat dirinya melakukan pembicaraan di dewan direksi pada Financial Services Roundtable, sebuah kelompok advokasi di industri jasa keuangan Amerika Serikat (AS).


Logo Wells Fargo di Chicago, Amerika Serikat (REUTERS/Jim Muda)

Wells Fargo mengumumkan pada 12 Oktober bahwa Stumpf, 63, pensiun dan akan digantikan oleh Presiden dan Chief Operating Officer Tim Sloan. Stumpf harus mengalami persoalan karena harus menyelesaikan kewajiban USD185 juta karena ada pembukaan rekening sebanyak dua juta rekening tanpa pengetahuan nasabah.

Baca: Deutsche Bank Pertimbangkan Perubahan Strategi di AS

Sebagai bank terbesar ketiga di Amerika Serikat (AS), aset Wells Fargo & Co harus mengalami kejatuhan atas perilaku staf kantor cabang yang membuat akun sebanyak dua juta rekening tanpa pelanggan guna memenuhi target penjualan. Situasi dan kondisi ini tentu memprihatinkan dan memberi tekanan terhadap Wells Fargo & Co.


(ABD)