Wells Fargo Ragu Lakukan Perubahan Strategi Bisnis

Angga Bratadharma    •    Senin, 17 Oct 2016 12:59 WIB
perbankan
Wells Fargo Ragu Lakukan Perubahan Strategi Bisnis
Logo Wells Fargo di Chicago, Amerika Serikat (REUTERS/Jim Muda)

Metrotvnews.com, New York: Wells Fargo & Co memutuskan untuk tidak memperkenalkan nama baru ke jajaran dewan direksi guna dimasukkan ke dalam jajaran manajemen senior di tengah terjadinya sebuah skandal. Kondisi itu akhirnya mengangkat pertanyaan mengenai apakah hal itu diperlukan untuk memperbaiki budaya atas sebuah permasalahan.

Sebagai bank terbesar ketiga di Amerika Serikat (AS), aset Wells Fargo & Co harus mengalami kejatuhan atas perilaku staf kantor cabang yang membuat akun sebanyak dua juta rekening tanpa pelanggan guna memenuhi target penjualan. Situasi dan kondisi ini tentu memprihatinkan dan memberi terkanan terhadap Wells Fargo & Co.

Baca: Deutsche Bank Pertimbangkan Perubahan Strategi di AS

Chief Executive Wells Fargo & Co John Stumpf meninggalkan Wells Fargo & Co pada pekan lalu untuk menanggapi kemarahan publik dan menempatkan Tim Sloan, seorang veteran Wells Fargo & Co ke posisi CEO. Langkah semacam ini diharapkan mampu meredam skandal yang masih terus terjadi sekarang ini.

"Ada sesuatu yang salah dengan Wells Fargo & Co secara budaya dan Anda akan berpikir bahwa mereka akan perlu membawa orang luar untuk memperbaiki kondisi semacam ini," kata Analis FBR Capital Markets Paul Miller, seperti dikutip dari Reuters, Senin (17/10/2016).


Logo Wells Fargo (REUTERS/Mike Blake)

Setelah melihat secara jelas mengenai kondisi aset maka yang dilakukan Sloan untuk menyelesaikan persoalan secara jangka panjang adalah pertanyaan mengenai apakah dirinya memerlukan jarak critical untuk memeriksa budaya penjualan secara agresif yang diizinkan untuk kelakuan buruk selama bertahun-tahun ini.

Baca: Investor Qatar Tidak akan Jual Saham Deutsche Bank

Sayangnya, Wells Fargo & Co menolak berkomentar mengenai hal itu. Bank yang berbasis di San Francisco ini telah lama memiliki reputasi sebagai tempat di mana kelompok didalamnya terbilang kompak dan manajer senior saling bekerja sama untuk memberikan hasil yang lebih baik.

 


(ABD)