Macron Siap Bawa Prancis Keluar dari Kelesuan Ekonomi

Angga Bratadharma    •    Senin, 08 May 2017 11:06 WIB
prancis
Macron Siap Bawa Prancis Keluar dari Kelesuan Ekonomi
Emmanuel Macron (AFP PHOTO/Patrick KOVARIK)

Metrotvnews.com, Berlin: Setelah satu dekade pertumbuhan ekonomi melambat, meningkatnya pengangguran, dan daya saing yang semakin berkurang, akhirnya Prancis memilih seorang Presiden pada Minggu yang mengatakan bahwa dia memiliki rencana untuk menarik negara tersebut keluar dari kelesuan ekonomi.

Emmanuel Macron, mantan bankir investasi yang mundur dari Pemerintahan Francois Hollande dua kali karena frustrasi dengan lambannya reformasi, menjanjikan untuk merombak pasar tenaga kerja, menyederhanakan sistem pajak, dan pensiun. Bahkan, ia berencana menyederhanakan kembali peraturan yang menghambat inovasi.

Tapi, mantan menteri ekonomi berusia 39 tahun itu menghadapi hambatan yang menakutkan. Dia akan mencoba untuk mendorong agenda reformasinya pada saat Prancis lebih terpecah daripada sebelumnya mengenai bagaimana menanggapi kekuatan globalisasi yang mengganggu.



Kampanye pemilihan menunjukkan bahwa hampir separuh negara lebih memilih pendekatan sentralistis terhadap ekonomi di mana peran negara Prancis diperluas daripada menyusut, seperti yang diusulkan Macron.

"Macron menjanjikan sebuah pendekatan tambahan yang kesuksesannya akan bergantung pada negosiasi dengan serikat pekerja. Saya mengerti strateginya, tapi bukan itu yang akan memberikan hasil langsung, butuh waktu," kata Kepala Ekonom Eropa di Bank of America Merrill Lynch Gilles Moec, seperti dikutip dari Reuters, Senin 8 Mei 2017.


Emmanuel Macron (REUTERS/Philippe Wojazer)

Agar memiliki kesempatan untuk melaksanakan rencananya maka Macron harus mendapatkan dukungan parlemen. Jika dia mendapatkan dukungan mayoritas yang dia butuhkan, kemungkinan besar banyak reformasinya bisa memakan waktu berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun untuk menghasilkan hasil.

Penundaan dapat menyebabkan Macron dan pemerintahannya melakukan reaksi balik politik yang sama yang akhirnya mendorong Gerhard Schroeder, rektor bertanggung jawab atas dorongan reformasi "Agenda 2010" Jerman, yang tidak berjalan beberapa tahun yang lalu.

 


(ABD)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

2 days Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA