CPO Berpeluang Melemah Jelang Laporan Produksi Malaysia

   •    Kamis, 10 Aug 2017 15:00 WIB
cpo
CPO Berpeluang Melemah Jelang Laporan Produksi Malaysia
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

Metrotvnews.com, Jakarta: Harga crude palm oil (CPO) berpotensi melemah pada perdagangan hari ini setelah di buka lebih tinggi di level 2.641 ringgit per ton di tengah para pelaku pasar nantikan laporan produksi dan ekspor minyak sawit Malaysia pada hari ini.

Surveyor kargo Intertek Testing Services dan Societe Generale de Surveillance dijadwalkan akan merilis data ekspor Malaysia untuk periode 1-10 Agustus pada Kamis 10 Agustus, sementara itu Malaysian Palm Oil Board juga akan mengumumkan data cadangan, produksi dan ekspor untuk periode Juli.

Mengutip hasil riset Monex Investindo Futures, Kamis 10 Agustus 2017, dalam hasil jajak pendapat Reuters terhadap sembilan trader, pengusaha perkebunan dan analis memperkirakan produksi Malaysia di Juli akan naik 11 persen menjadi 1,68 juta ton, membuat level cadangan naik 6,5 persen menjadi 1,63 juta ton.

Sementara untuk ekspor diperkirakan akan naik empat persen menjadi 1,43 juta ton. Untuk pergerakan ringgit pukul 10.13 WIB terpantau berada di level 4,2940 per dolar AS, melemah sekitar 0,16 persen.

Ringgit yang melemah akan membuat harga minyak sawit menjadi lebih murah untuk pemilik mata uang lainnya. Secara teknikal, harga CPO berpeluang bergerak dalam rentang antara 2.600-2.690.

Untuk sisi bawahnya, sebelum menguji level support di 2.600, harga harus menembus area 2.625 dan untuk sisi atasnya sebelum menargetkan resisten di 2.690, harga harga menembus ke atas area 2.670 terlebih dahulu.


(AHL)