Emas Berjangka Jatuh

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 15 Sep 2018 08:03 WIB
harga emasemasekonomi dunia
Emas Berjangka Jatuh
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange jatuh pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena beberapa data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang optimistis memberikan dukungan untuk dolar Amerika Serikat (USD). Meski demikian, stabilitas pasar emas masih terpengaruh oleh perang dagang yang terus berlangsung.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 15 September 2018, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun sebanyak USD7,1 atau 0,59 persen menjadi ditutup pada USD1.201,1 per ons. Sementara itu, indeks USD yang mengukur uang terhadap enam saingan naik sebanyak 0,41 persen menjadi 94,93 pada 1910 GMT.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan USD yang berarti jika USD menguat maka emas berjangka akan turun karena emas, harga dalam USD, menjadi mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 10,2 sen atau 0,72 persen menjadi menetap di USD14,142 per ons. Sedangkan platinum untuk Oktober turun sebanyak USD4,7 atau 0,59 persen menjadi ditutup pada USD798,6 per ons.



Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 8,68 poin atau 0,03 persen menjadi 26.154,67. Sedangkan S&P 500 naik 0,80 poin atau 0,03 persen menjadi 2.904,98. Indeks Nasdaq Composite turun 3,67 poin atau 0,05 persen menjadi 8.010,04.

United Technologies dan Boeing termasuk di antara pemenang terbesar. Saham perusahaan masing-masing naik 1,68 persen dan 1,22 persen pada penutupan perdagangan. Sementara itu, saham Apple ditutup 1,14 persen lebih rendah, setelah sesi sebelumnya yang kuat.

Pada data ekonomi, penjualan ritel AS meningkat 0,1 persen pada Agustus dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Departemen Perdagangan AS mengatakan. Kondisi ini adalah kenaikan terkecil dalam enam bulan. Sedangkan harga impor AS turun 0,6 persen pada Agustus, menyusul penurunan 0,1 persen bulan sebelumnya, menurut statistik dari Departemen Tenaga Kerja.

Sementara itu, harga untuk ekspor AS turun sebanyak 0,1 persen, setelah turun 0,5 persen di Juli. Sentimen konsumen AS mencapai 100,8 pada September, naik dibandingkan dengan posisi 96,2 pada Agustus, mengalahkan konsensus pasar, menurut survei terbaru oleh University of Michigan.

 


(ABD)