Emas Kian Kokoh Didukung Pelemahan USD

Angga Bratadharma    •    Jumat, 06 Jul 2018 07:38 WIB
harga emasemaskomoditasekonomi dunia
Emas Kian Kokoh Didukung Pelemahan USD
Ilustrasi (AFP PHOTO/Queens Jewels)

Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange terlihat kokoh atau menguat pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena indeks dolar Amerika Serikat (USD) terus melemah. Meski demikian, tetap ada risiko sejalan dengan masih hadirnya ketegangan perdagangan yang dilontarkan Amerika Serikat.

Mengutip Xinhua, Jumat, 6 Juli 2018, kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus naik sebanyak USD5,30 atau 0,42 persen menjadi ditutup pada USD1.258,80 per ounce. Penguatan emas usai kemunduran terendah sejak Desember lalu berlanjut untuk sesi kedua berturut-turut setelah USD membalikkan kenaikannya yang kuat.

Indeks USD, indeks greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun sebanyak 0,30 persen menjadi 94,13 pada 1712 GMT. Ketika USD turun, emas berjangka akan naik karena logam mulia menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.



Namun, kenaikan emas disumbang oleh pasar saham yang kuat. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 179,58 poin pada Kamis waktu setempat atau 0,74 persen menjadi 24,354.40 pada 1722 GMT. Harga emas tergelincir dalam perdagangan elektronik setelah Federal Reserve AS merilis risalah pertemuan kebijakan Juni, tetapi masih tetap di wilayah positif.

Sebagian besar peserta pertemuan the Fed mencatat ketidakpastian dan risiko yang terkait dengan kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump, tetapi mereka juga menunjukkan tanda-tanda ekonomi yang kuat, risalah menunjukkan.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 5,4 sen atau 0,34 persen menjadi ditutup pada USD16,097 per ons. Platinum untuk Oktober turun sebanyak USD4,9 atau 0,58 persen menjadi menetap di USD841.40 per ons.

 


(ABD)


Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

7 hours Ago

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang sejak 1 Februari 2014 berhenti beroperasi akibat k…

BERITA LAINNYA