PBOC: Target Pertumbuhan PDB Harus Moderat di 2018

Angga Bratadharma    •    Kamis, 30 Nov 2017 15:05 WIB
ekonomi chinationgkok
PBOC: Target Pertumbuhan PDB Harus Moderat di 2018
Markas PBOC, di Beijing, Tiongkok (FOTO: Asiaone)

Beijing: Seorang penasihat di bank sentral Tiongkok atau People's Bank of China (PBOC) menyebut Tiongkok harus menetapkan target pertumbuhan ekonomi moderat tahun depan untuk memberi ruang lebih pada reformasi struktural. Di sisi lain, mitigas risiko harus terus dilakukan agar tidak memberikan efek negatif bagi perekonomian.

"Perekonomian Tiongkok mempertahankan pertumbuhan yang stabil dan prospek positif tahun ini, dengan banyak titik terang muncul termasuk keuntungan perusahaan yang membaik," kata Profesor Universitas Tsinghua dan Anggota Komite Kebijakan Moneter PBOC Bai Chongen, seperti dikutip dari Xinhua, Kamis, 30 November 2017.

Sementara beberapa pendukung target pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang lebih tinggi untuk 2018, Bai mengatakan, target yang sedikit lebih rendah diperlukan untuk mengekang investasi yang tidak efisien dan mengurangi risiko dari meningkatnya utang.

"Secara pribadi saya mendukung target pertumbuhan moderat yang sedikit lebih rendah, sehingga kita memiliki lebih banyak ruang untuk melakukan reformasi struktural," katanya dalam sebuah diskusi panel di Konferensi Tahunan Caijing.

Pemerintah Tiongkok menargetkan pertumbuhan PDB sekitar 6,5 persen untuk 2017. Target pertumbuhan 2018 diperkirakan akan diluncurkan dalam sesi legislatif nasional tahunan pada Maret tahun depan. Untuk mencapai tujuan resmi penggandaan PDB pada 2020 dari 2010, negara ini hanya membutuhkan tingkat pertumbuhan rata-rata 6,3 persen di tiga tahun mendatang.

Dia berbicara tentang ekspansi cepat dalam efisiensi investasi rendah dan meningkatkan rasio utang pada kendaraan pembiayaan pemerintah daerah. Ia mengingatkan mengejar target pertumbuhan yang lebih tinggi bisa mendorong industri hulu untuk terus melakukan ekspansi dan menghasilkan kapasitas berlebih yang baru.

"Sementara itu, permintaan konsumsi tetap terjaga, yang meminta lebih banyak langkah untuk meningkatkan pendapatan pembuangan penduduk dan merangsang pengeluaran," pungkasnya.

 


(ABD)