Anjloknya Pasokan AS Angkat Harga Minyak Mentah Dunia

Ade Hapsari Lestarini    •    Kamis, 13 Jul 2017 08:52 WIB
minyak mentah
Anjloknya Pasokan AS Angkat Harga Minyak Mentah Dunia
Ilustrasi. (FOTO: Reuters)

Metrotvnews.com, New York: Harga minyak mentah berjangka menguat dan mampu mempertahankan penguatannya sejak awal perdagangan. Laporan anjloknya persediaan minyak mentah AS diimbangi oleh data yang menunjukkan permintaan bensin yang tidak bersemangat menjadi pemicunya.

Persediaan minyak mentah AS tercatat turun 7,6 juta barel pada pekan lalu, dan merupakan penurunan mingguan terbesar dalam 10 bulan, demikian disampaikan Badan Administrasi Informasi Energi AS (EIA).

Angka tersebut lebih dari perkiraan produksi minyak mentah sebesar 2,9 juta barel dalam sebuah jajak pendapat Reuters. Namun sedikit lebih rendah dari penurunan yang dilaporkan oleh American Petroleum Institute (API) sebesar 8,1 juta barel.

Adapun persediaan minyak mentah AS tercatat sebesar 495,4 juta barel, dan berada di paruh atas kisaran rata-rata untuk sepanjang tahun ini. Demikian seperti dilansir dari Reuters, Kamis 13 Juli 2017.

Harga minyak mentah Brent LCOc1 naik 22 sen atau 0,5 persen menjadi USD47,74 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) CLc1 naik 45 sen atau 1 persen menjadi USD45,49 per barel.

Kenaikan yang lebih besar pada minyak mentah AS telah menekan minyak premium berjangka Brent atas WTI menjadi USD2,08 per barel, terendah dalam bulan ini. Sebelum EIA merilis laporan penyimpanannya, minyak Brent naik 1,9 persen dan WTI naik 2,4 persen.

Pedagang mencatat saran dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) bahwa pasar minyak akan terlihat surplus tahun depan, sehingga membebani kenaikan harga pada perdagangan Rabu.

"Kami masih menghadapi situasi di mana ada banyak minyak di seluruh dunia dan permintaan meningkat dengan kecepatan yang hanya membuat 'cacat' kecil dalam persediaan," kata Mark Watkins, Manajer Investasi Regional dari Bank AS Wealth Management di Park City, Utah.

OPEC mengatakan bahwa produksi minyaknya melonjak pada Juni dan memperkirakan permintaan minyak mentah dunia akan turun tahun depan karena saingannya memompa lebih banyak, menunjuk pada surplus pasar pada 2018 meskipun ada penurunan produksi OPEC.


(AHL)