Ringgit Redam Kenaikan Harga CPO

Ade Hapsari Lestarini    •    Jumat, 08 Sep 2017 13:14 WIB
cpo
Ringgit Redam Kenaikan Harga CPO
Ilustrasi CPO. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penguatan mata uang ringgit Malaysia selama empat hari beruntun telah membuat harga crude palm oil (CPO) tertekan pada perdagangan Jumat 8 September 2017.

Mengutip analisa Monex Investindo Futures, Jumat 8 September 2017, hal ini menyusul kenaikan lebih dari satu persen ke level tinggi 6-1/2 bulan pada perdagangan Kamis.

Berita positif dari keputusan Uni Eropa terkait kebijakan anti-dumping biodiesel menjadi alasan kenaikan tajam harga CPO pada hari Kamis, sementara performa minyak kedelai yang stabil juga turut menopang harga CPO.

Ringgit Malaysia menguat sekitar 1,74 persen dalam empat hari terakhir, mengurangi minat investor asing terhadap CPO. Saat ini, investor menantikan rilis data ekspor CPO 1-10 September dari ITS dan SGS, serta data output dan produksi CPO oleh Malaysia Palm Oil Board 11 September nanti.

Ekspor CPO Malaysia di Agustus juga diprediksi meningkat sebesar 1,6 persen dari Juli menjadi 1,42 juta ton. Kenaikan ekspor diyakini dapat mengimbangi kenaikan output, mengingat permintaan dari India dan Tiongkok diperkirakan akan tetap tinggi menjelang hari raya besar dalam beberapa bulan mendatang.

Secara teknikal, harga CPO masih memiliki peluang untuk menguji level resisten 2.820 ringgit per ton, sebelum menuju level psikologis 2.900. Namun berlanjutnya penguatan ringgit berpotensi membatasi penguatan dan menekan harga CPO turun menuju level support 2.700, break ke bawah level tersebut dapat memicu koreksi bearish kembali ke area 2.620.


(AHL)