Saham Tesla Tumbang Usai Lakukan PHK

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 19 Jan 2019 16:30 WIB
wall streettesla
Saham Tesla Tumbang Usai Lakukan PHK
CEO Tesla Elon Musk (PETER PARKS/AFP)

New York: Saham Tesla terus terjun bebas ketika CEO Tesla Elon Musk mengumumkan untuk memotong jumlah staf sebesar tujuh persen dan mengindikasikan adanya penurunan pendapatan pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Kondisi itu terjadi dalam upaya Musk menurunkan biaya untuk perakitan sedan Model 3.

Musk mengaku akan mengurangi jumlah karyawan waktu penuh sekitar tujuh persen dan hanya mempertahankan mereka yang merupakan pekerja sementara dan kontraktor paling kritis. Keputusan ini tidak ditampik menimbulkan efek tersendiri terutama kinerja saham di pasar modal.

"Tesla perlu melakukan pemotongan ini sambil meningkatkan tingkat produksi Model 3 dan membuat banyak perbaikan teknik di manufaktur dalam beberapa bulan mendatang," kata Musk, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 19 Januari 2019.

Pembuat mobil yang berbasis di California menghadapi tantangan yang sangat sulit untuk membuat mobil, baterai, dan produk solarnya bersaing dengan bahan bakar fosil. "Meskipun kami telah membuat kemajuan besar, produk kami masih terlalu mahal bagi kebanyakan orang," kata Musk.

Untuk membuat Model 3 yang menguntungkan dan menjangkau lebih banyak pelanggan yang tidak terlalu kaya, Tesla telah melakukan upaya konstan untuk memangkas biaya. Perusahaan berencana memberikan setidaknya varian Model 3 mid-range di semua pasar di seluruh dunia mulai Mei.

Guna lebih mengendalikan pengeluaran, Musk mengumumkan bahwa program rujukan pelanggannya akan berakhir pada 1 Februari. Program ini memungkinkan para pelanggannya untuk merujuk teman-teman pelanggannya membeli Model S, Model X, Model 3, dan panel surya serta memberikan enam bulan terakhir untuk gratis supercharging.

Keputusan atau langkah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) staf pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB) datang setelah PHK yang dilakukan kepada sembilan persen tenaga kerja Tesla pada Juni 2018. Kemudian pada Oktober tahun lalu, Musk mengatakan tim Tesla hanya memiliki staf 45 ribu orang.

"Jalan di depan sangat sulit. Untuk yang tersisa, meskipun ada banyak tantangan di depan, saya percaya kami memiliki peta jalan produk yang paling menarik dari perusahaan produk konsumen mana pun di dunia," pungkas Musk.


(ABD)


PPN Avtur Indonesia Sudah Kompetitif

PPN Avtur Indonesia Sudah Kompetitif

2 days Ago

Perlakuan pengenaan pajak pendapatan nilai (PPN) untuk avtur bagi penerbangan domestik di Indon…

BERITA LAINNYA