NAFTA Baru Resmi Diteken

Kanada Minta AS Hapus Tarif Baja dan Alumunium

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 01 Dec 2018 19:05 WIB
ekonomi amerikameksikopolitik kanadanaftaPerang dagang
Kanada Minta AS Hapus Tarif Baja dan Alumunium
Suasana penandatanganan perjanjian perdagangan NAFTA baru oleh Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto (kiri), Presiden AS Donald Trump (tengah), dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau (kanan) (AFP/Martin BERNETTI)

Buenos Aires: Amerika Serikat (AS) mungkin memiliki perjanjian dagang baru di Amerika Utara, tetapi tarif administrasi Trump untuk baja dan aluminium terus menjadi masalah bagi bisnis, anggota parlemen, dan tetangga Amerika. Adapun pengenaan tarif yang tinggi ini tidak ditampik memang mengganggu aspek perdagangan dunia.

Meski ada harapan sebaliknya, tetapi tarif 25 persen untuk baja dan 10 persen bea untuk aluminium tetap berlaku saat ini. Mereka tetap menjadi titik besar pertentangan di mana Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menekankan upaya penyelesaian tarif selama upacara penandatanganan Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada.

Trudeau mengaitkan tarif terhadap rencana pemberhentian sementara di General Motors -yang diumumkan awal pekan ini- berimbas membuat marah para pemimpin dan pekerja di AS dan Kanada. Pengenaan tarif ini diharapkan bisa dihentikan demi kepentingan bersama, termasuk mengakselerasi perekonomian di masa mendatang.

"Donald, itu semua alasan mengapa kita harus terus bekerja untuk menghapus tarif pada baja dan aluminium antara negara-negara kita," kata Trudeu, kepada Presiden AS Donald Trump, yang berdiri tepat di sebelah kanannya, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 1 Desember 2018.

Tarif tinggi dari AS pertama kali diberlakukan pada 23 Maret di bawah otoritas keamanan nasional Departemen Perdagangan yang jarang digunakan, yang dikenal sebagai Bagian 232 dari Undang-Undang Perluasan Perdagangan Tahun 1962. Meksiko dan Kanada awalnya dibebaskan sambil menunggu hasil renegosiasi NAFTA. Namun, pengecualian itu dihapus 1 Juni.

Beberapa anggota parlemen AS menyatakan kekecewaan mereka bahwa tarif pada sekutu utama belum dicabut. Senator Rob Portman, R-Ohio, dan Rep Jackie Walorski, R-Ind, secara terpisah mengaku kecewa masih belum ada penyelesaian. Bahkan Senator Pat Toomey, R-Pa, mengatakan tarif AS lebih berbahaya daripada kebaikan.

Padahal Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan bahwa tarif akan dicabut sebagai bagian dari negosiasi perdagangan yang lebih besar. Adapun perdagangan yang dimaksudkan terkait dengan perubahan perjanjian NAFTA yang diklaim demi keamanan nasional AS.

"Tujuan kami memiliki NAFTA yang direvitalisasi, NAFTA yang membantu Amerika dan sebagai bagian dari 232 yang secara logis akan hilang, baik yang terkait dengan Kanada maupun dengan Meksiko," Ross mengatakan kepada Komite Keuangan Senat.


(ABD)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

3 days Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA