Pendapatan DBS Group Holdings Turun 23%

Angga Bratadharma    •    Selasa, 07 Nov 2017 16:04 WIB
perbankandbs indonesia
Pendapatan DBS Group Holdings Turun 23%
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, Singapura: DBS Group Holdings Singapura membukukan selisih tak terduga dalam laba kuartalan dengan pendapatan turun sebanyak 23 persen ke level terendah dalam lima tahun. Kondisi itu terjadi karena hampir dua kali lipat ketentuan untuk pinjaman ke industri minyak dan gas bermasalah.

Bank-bank Singapura, yang telah lama dipuji karena praktik pinjaman konservatif mereka, telah diuji selama dua tahun terakhir karena sejumlah perusahaan lepas pantai dan laut lokal telah merestrukturisasi pinjaman mereka karena harga yang rendah dan penundaan proyek.

"Pengakuan atas eksposur layanan dukungan minyak dan gas yang tersisa karena NPA akan memungkinkan investor untuk mengembalikan fokus mereka ke kinerja operasi dan agenda digital kami," kata CEO DBS Group Holdings Piyush Gupta, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Business Insider, Selasa 7 November 2017.

Laba bersih mencapai 822 juta dolar Singapura dalam sembilan bulan yang berakhir pada September, di bawah laba bersih 1,07 miliar dolar Singapura yang dilaporkan setahun sebelumnya dan perkiraan rata-rata 1,13 miliar dolar Singapura dari empat analis yang disusun oleh Thomson Reuters.

DBS menyebut kondisi tersebut terjadi terhadap sektor layanan dukungan minyak dan gas sebesar 5,3 miliar dolar Singapura, kurang dari dua persen dari keseluruhan portofolio pinjaman. Meski tidak ditampik DBS sudah melakukan sejumlah upaya guna memitigasi risiko.

Sementara Oversea-Chinese Banking Corp dan United Overseas Bank dari Singapura, juga telah menandai tekanan di sektor layanan dukungan minyak dan gas, meski DBS lebih terkena dampaknya. Saham DBS turun 0,3 persen pada awal perdagangan. Investor di Singapura Temasek adalah pemegang saham terbesar di DBS dengan saham sekitar 30 persen.

 


(ABD)