Outlook Kenaikan Produksi Berpotensi Melemahkan CPO

Ade Hapsari Lestarini    •    Kamis, 12 Oct 2017 14:57 WIB
cpo
<i>Outlook</i> Kenaikan Produksi Berpotensi Melemahkan CPO
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Harga crude palm oil (CPO) berpotensi bergerak melemah pada perdagangan Kamis, setelah dibuka lebih tinggi di level 2.711 ringit per ton karena outlook kenaikan ekspor.

Mengutip Riset Monex Investindo Futures, Kamis 12 Oktober 2017, hal ini seiring investor yang mengkhawatirkan potensi kenaikan produksi di Oktober. Trader futures di Kuala Lumpur mengatakan bahwa para trader mengkhawatirkan terhadap lebih tingginya produksi selanjutnya di Malaysia untuk Oktober.

Kenaikan produksi dapat menyebabkan kenaikan tingkat persediaan, yang saat ini mencapai angka dua juta ton pada akhir September, berdasarkan data resmi dari Malaysian Palm Oil Board.

Sementara itu trader lain mengatakan bahwa ekspektasi permintaan ekspor yang lebih kuat dapat menopang kenaikan harga CPO.

Dia mengatakan bahwa ekspor secara keseluruhan masih dapat kuat dalam jangka pendek karena India mungkin akan meningkatkan pembeliannya untuk menutup kekurangan mereka, karena level cadangan di negara konsumen minyak nabati terbesar di dunia tersebut berada di level rendah.

Sementara untuk teknikalnya, level support terdekat berada di level 2.670, menembus ke bawah dari area tersebut seharusnya dapat mendorong pelemahan lebih lanjut menuju ke 2.650.

Sedangkan untuk sisi atasnya, area 2.740 menjadi level resisten terdekat, menembus ke atas dari wilayah tersebut dapat mendorong kenaikan lebih lanjut menuju ke 2.785.


(AHL)