TPP Bakal Ubah Dinamika Perekonomian 10 Tahun Mendatang

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 24 Nov 2016 19:53 WIB
tpp
TPP Bakal Ubah Dinamika Perekonomian 10 Tahun Mendatang
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan kerja sama perdagangan Trans Pacific Partnership (TPP) akan mengubah dinamika perekonomian dunia. Dalam 10 tahun mendatang, negara yang tergabung dalam TPP akan memiliki akses lebih mudah untuk kerja sama perdagangan dibandingkan negara lainnya.

Terlebih lagi usai terpilihnya Donald Trump sebagai presiden baru Amerika Serikat (AS) yang akan mengubah paradigma perdagangan AS. Trump bahkan sudah menjanjikan proteksionisme meski dirinya mengaku akan menarik AS dari perjanjian TPP seusai dirinya dilantik menjabat di Gedung Putih.

Baca: Indonesia Butuh 10 Tahun untuk Menghadapi TPP

"Dalam 10 tahun ke depan dari negara-negara yang menjadi anggota, terutama di kawasan Asia seperti Vietnam dan Malaysia akan mendapat kemudahan akses, dan perubahan di Amerika akan mempengaruhi di Asia yang seperti Jepang, Malaysia, dan Vietnam," ujarnya di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (24/11/2016).

Perubahan peta ekonomi dunia, kata Sri Mulyani, pasti akan diikuti oleh perubahan kebijakan negara maju lainnya. Misalnya saja Tiongkok yang diprediksi akan menjadi penyeimbang di kawasan Asia ketika AS benar-benar menarik diri dari perjanjian perdagangan internasionalnya.

"Kalau Tiongkok melihat ini untuk semakin memperbaiki proses integrasi perdagangan, maka kebijakan perekonomian Amerika yang berubah akan diimbangi dengan negara-negara di Asia untuk bisa mengintegrasi perdagangannya," jelas dia.




Sementara itu, Presiden Joko Widodo juga meminta Indonesia untuk tidak berfokus pada perjanjian TPP saja. Jokowi ingin Indonesia melirik negara-negara nontradisional yang selama ini belum pernah disentuh oleh Indonesia.

"Bapak Presiden juga mengatakan Indonesia sangat mampu untuk bisa optimalisasi dari destinasi pasar ekspor yang selama ini pertumbuhan ekonomi tinggi seperti Bangladesh. Mereka kebutuhan barang dari barang kecil akan sangat penting. Makanya itu kita perlu konektivitas," pungkasnya.


(AHL)

YLKI Sebut Masyarakat Harusnya Diberikan Insentif
Biaya Isi Ulang Uang Elektronik Diatur

YLKI Sebut Masyarakat Harusnya Diberikan Insentif

46 minutes Ago

Seharusnya Bank Indonesia (BI) memberikan insentif bagi masyarakat karena sudah membantu menjal…

BERITA LAINNYA