Tiongkok Rilis Indeks Baru di Momentum Pertumbuhan Ekonomi

Angga Bratadharma    •    Jumat, 08 Sep 2017 10:23 WIB
ekonomi chinationgkok
Tiongkok Rilis Indeks Baru di Momentum Pertumbuhan Ekonomi
Ilustrasi (AFP Photo/STR)

Metrotvnews.com, Hangzhou: Biro Statistik Nasional China (NBS) pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB) mengumumkan sebuah indeks baru untuk menunjukkan pasang surut pendorong pertumbuhan ekonomi baru di negara tersebut. Diharapkan kebijakan ini memberi efek positif bagi pergerakan ekonomi di masa mendatang.

Mengutip Xinhua, Jumat 8 September 2017, indeks yang baru dirilis terdiri dari lima sub indeks, meliputi vitalitas ekonomi, ekonomi digital, restrukturisasi, kapasitas pengetahuan dan inovasi. Indeks pembangunan momentum ekonomi baru Tiongkok mencapai 129,0 pada 2015, naik 29 persen YoY, menurut Ning Jizhe, kepala NBS.

"Setelah lima tahun melakukan eksplorasi dan penerapan, Tiongkok telah membentuk sistem statistik yang dapat mencerminkan perkembangan dan industri pertumbuhan baru di negara ini," kata Ning pada pertemuan kesembilan kepala lembaga statistik nasional BRICS di Hangzhou di timur Provinsi Zhejiang Tiongkok.

Sistem tersebut menyoroti industri dan model bisnis baru dalam standar statistik dan metode akuntansi, menurut Ning. Indeks tersebut termasuk mengenai momentum ekonomi baru Tiongkok, yang pertama kali diterbitkan oleh NBS pada pertemuan tersebut.

Pertemuan dua hari dibuka di Hangzhou pada Kamis, tak lama setelah berakhirnya pertemuan BRICS Summit tiga hari di Xiamen di Provinsi Fujian, Tiongkok bagian tenggara.

Sementara itu, indeks harga konsumen Tiongkok (CPI), indikator utama inflasi, diperkirakan akan mengalami peningkatan pada Agustus, dengan harga pangan cenderung meningkat. Kondisi seperti ini tentu perlu dipertimbangkan lantaran akan memberikan pengaruh terhadap pergerakan ekonomi.

"CPI resmi Agustus, yang dijadwalkan akan dirilis oleh National Bureau of Statistics (NBS) pada 9 September, diperkirakan akan tumbuh antara 1,5 persen sampai 1,7 persen secara tahun ke tahun," kata Kepala Ekonom Bank of Communications Tang Jianwei.

Data NBS menunjukkan bahwa CPI naik 1,4 persen secara tahun ke tahun di Juli, sedikit turun dari 1,5 persen di Juni. CPI meningkat 1,4 persen dalam tujuh bulan pertama tahun ini. Pemerintah bertujuan untuk menjaga inflasi konsumen sekitar tiga persen tahun ini.


(ABD)