Patah Hati Jadikan Toko Buku Berkembang

   •    Rabu, 19 Apr 2017 15:25 WIB
dunia usaha
Patah Hati Jadikan Toko Buku Berkembang
Ilustrasi. (FOTO: Reuters)

TIDAK melulu patah hati membawa kesengsaraan dan keterpurukan. Bagi Chang Cheng, emosi itu membawa berkah baik bagi dirinya maupun orang lain.

Kisah bermula dua tahun silam, saat Chang mencoba peruntungannya sebagai wirausaha. Sebuah ide muncul di kepalanya. Ia berpikir membuka toko buku. Tidak sembarang toko buku, tetapi yang menyediakan bacaan dari berbagai negara, khususnya Asia Tenggara. Tujuannya untuk menyasar para imigran yang bekerja di Taiwan.

"Saya melihat itu ialah peluang bagus karena banyak imigran di sini dan tidak ada pesaing untuk bisnis itu," ujar Chang saat ditemui di toko buku miliknya di Taipei.

Berselang waktu berjalan, keraguan menghampiri Chang. Tidak banyak pengunjung yang datang.

"Sangat berat di awal-awal toko ini berdiri. Tidak banyak dukungan yang datang, tidak banyak pengunjung," lanjutnya.

Tepat saat kegalauan melanda, salah satu teman Chang asal Indonesia datang menghampiri membawa satu pesan khusus.

"Dia bilang ada seorang temannya yang juga dari Indonesia, Suli namanya, baru saja putus dengan kekasihnya. Dia kemudian membeli satu buku di sini untuk diberikan kepada Suli," tutur Chang.

Beberapa hari berselang, satu surat elektronik masuk ke kotak pesan Chang.

"Ternyata dari teman saya. Dia bilang, Suli sudah selesai membaca buku yang diberikan dan saat ini ia merasa hidupnya jauh lebih baik."

Sejak saat itu, Chang kembali merasa mendapatkan keyakinan dan kepercayaan diri untuk terus menjalankan apa yang telah ia bangun.

"Satu hal kecil itu mendorong dan meyakinkan saya, bahwa apa yang saya lakukan ini ialah hal yang benar. Setidaknya, saya sudah menolong satu gadis dengan membuka toko ini," terangnya.

Kini, toko buku yang ia namai Brilliant Time Bookstore itu terus berkembang. Koleksi bacaan dari Indonesia, Filipina, Thailand, dan negara Asia Tenggara lainnya semakin banyak.

"Terima kasih kepada Suli. Berkatnya, kami dapat bertahan dan berkembang."

Nina Hasanah, salah satu imigran asal Indonesia yang juga bekerja di Brilliant Time Bookstore, mengatakan toko tersebut memang menjadi salah satu tempat terbaik yang bisa dikunjungi warga negara Indonesia yang berada di Taiwan.

"Mereka bisa menemukan yang mungkin sulit didapatkan. Tempat ini sangat bernilai," ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Tenaga Kerja Taiwan, pada 2016, Indonesia merupakan negara dengan penyumbang tenaga kerja terbesar. Dari total keseluruhan sebanyak 624 ribu tenaga kerja asing, 245 ribu berasal dari Indonesia. (Media Indonesia)


(AHL)

Pemerintah Masih Godok Pembentukan <i>Holding</i> BUMN Jasa Keuangan

Pemerintah Masih Godok Pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan

3 hours Ago

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menggodok pembentukan holding BUMN di sektor …

BERITA LAINNYA