Tingkat Suku Bunga AS Dinilai Tidak Lagi Merangsang Ekonomi

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 12 May 2018 11:05 WIB
ekonomi amerikathe fed
Tingkat Suku Bunga AS Dinilai Tidak Lagi Merangsang Ekonomi
Gedung The Fed (Brendan Smialowski/AFP)

New York: Presiden Federal Reserve Bank St. Louis James Bullard menilai suku bunga Amerika Serikat (AS) sekarang ini sudah mencapai tingkat 'netral' dalam artian tidak lagi merangsang ekonomi. Bahkan, keputusan pemotongan pajak yang dilakukan baru-baru ini memberikan ganguan terhadap kesehatan pasar tenaga kerja.

Presiden Federal Reserve Bank St. Louis, James Bullard mengatakan risiko yang menjepit investasi bisnis yang mengikuti pemotongan pajak perusahaan baru-baru ini telah mengganggu kondisi kesehatan di pasar tenaga kerja, dan meninggalkan ekspektasi inflasi yang pendek dari tujuan bank sentral.

"Ada alasan untuk berhati-hati dalam menaikkan tingkat suku bunga lebih lanjut mengingat kondisi makroekonomi saat ini," kata Bullard, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 12 Mei 2018.

Bullard telah membuat serangkaian argumen dalam beberapa tahun terakhir untuk menghentikan kenaikan suku bunga lebih lanjut sampai jelas bahwa inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan suku bunga pasar telah bergeser ke rezim yang lebih tinggi dan lebih dinamis.



Rekan-rekannya telah terus menaikkan suku bunga secara bertahap, dan saat ini berharap untuk melakukannya dua kali lagi tahun ini. Banyak ekonom dan analis berpendapat mereka kemungkinan akan menambahkan peningkatan seperempat poin tambahan tahun ini sebagai dampak dari defisit federal yang sedang berkembang.

Selain itu, akibat pemotongan pajak baru-baru ini yang dirasakan dalam ekonomi dengan pengangguran rendah dan inflasi merayap naik menuju target dua persen the Fed. Bullard, yang bukan anggota voting dari komite kebijakan Fed tahun ini, mengaku dia merasa mereka mungkin bergerak terlalu cepat terkait kenaikan suku bunga acuan.

Sementara inflasi sekarang sepertinya mendekati dua persen, Bullard mengatakan, estimasi ekspektasi inflasi berbasis pasar menunjukkan bahwa investor percaya saat ini ada sedikit tekanan inflasi di AS. Meninggalkan suku bunga stabil, lanjutnya, akan kembali memusatkan ekspektasi inflasi pada target.

"Ini adalah proses keseimbangan, bukan yang bersifat inflasioner. Tidak perlu mengganggu dengan suku bunga yang lebih tinggi," pungkas Bullard.

 


(ABD)