Penguatan CPO Ditopang Pelemahan Ringgit Malaysia

   •    Selasa, 15 May 2018 15:38 WIB
cpo
Penguatan CPO Ditopang Pelemahan Ringgit Malaysia
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Feri)

Jakarta: Crude palm oil (CPO) pada perdagangan Senin, 14 Mei 2018 kemarin ditutup di harga 2.416 ringgit Malaysia. Histori pada hari perdagangan menyentuh harga rendah (low) di 2.406 ringgit Malaysia dan harga tinggi (high) di 2.452 ringgit Malaysia.

Harga CPO Malaysia melonjak ke level tertingginya dalam kurun waktu satu bulan pada pembukaan perdagangan di Senin kemarin yang merupakan sesi pertama hari perdagangan sejak kekalahan pemilihan umum yang mengejutkan dari koalisi pemerintahan negara tersebut setelah berkuasa selama enam dekade.

Politisi veteran Mahathir Mohamad keluar dari masa pensiun untuk memimpin oposisi dengan kemenangan atas partai berkuasa yang pernah dipimpinnya, mengalahkan perdana menteri Najib Razak, mantan "anak didik" yang terkena tuduhan korupsi 1MDB.

"Harga CPO naik sekitar tiga persen di Senin, mencapai harga terkuat terhitung sejak 10 April 2018 pada kisaran 2.452 ringgit Malaysia dengan histori kenaikan terakhir dengan 2,3 persen saat harga menyentuh kisaran 2.435 ringgit Malaysia," jelas Analis Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam hasil risetnya, Selasa, 15 Mei 2018.

Kenaikan harga CPO tersebut selain telah terjawabnya situasi politik di Malaysia, juga ditopang oleh (masih) melemahnya mata uang Ringgit Malaysia dengan setidaknya telah berlangsung selama empat bulan sepanjang 2018 ini.

"Kondisi Ringgit Malaysia yang lemah akan memberikan dukungan kepada harga CPO, utamanya bagi pelaku pasar pemegang mata uang asing," ujar dia.

Cadangan CPO Malaysia sebagai produsen terbesar kedua di dunia jatuh pada level terendah tujuh bulan pada akhir April 2018 dengan jumlah 2,17 juta ton yang berarti lebih rendah dari ekspektasi pelaku pasar, seperti yang dirilis oleh regulator industri Malaysian Palm Oil Board (MPOB).

Perdagangan Selasa, 15 Mei 2018 saat tulisan ini disusun, pergerakan harga CPO sedang berada pada level 2.425 ringgit Malaysia. Dengan perdagangan hari ini dibuka pada harga 2.429 ringgit Malaysia, sementara harga tinggi tercatat berada di 2.431 ringgit Malaysia, dan harga rendah di 2.414 ringgit Malaysia.

Potensi penguatan lanjutan perlu konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran: 
- 2.448 ringgit Malaysia (resistance 3).
- 2.435 ringgit Malaysia (resistance 2).
- 2.428 ringgit Malaysia (resistance 1).

Potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan support di kisaran harga:
- 2.381 ringgit Malaysia (support 1).
- 2.340 ringgit Malaysia (support 2).
- 2.335 ringgit Malaysia (support 3).


(AHL)