Harga Minyak Berpotensi Melanjutkan Penguatan

   •    Selasa, 10 Apr 2018 14:50 WIB
minyak mentah
Harga Minyak Berpotensi Melanjutkan Penguatan
Ilustrasi. (Foto: Antara/Zabur).

Jakarta: Harga minyak mentah berpotensi melanjutkan penguatan menguji resisten USD63,70 per barel seiring pulihnya pasar ekuitas dan ketegangan geopolitik Timur Tengah.

"Rentang harga potensial untuk minyak mentah di sesi perdagangan Asia berada di USD62,95-USD63,70 per barel," demikian tertuang dalam hasil riset tim Monex Investindo Futures, Selasa, 10 April 2018.

Dalam hasil riset tersebut dipaparkan bahwa kekhawatiran investor terhadap risiko geopolitik di Timur Tengah dan pulihnya pasar ekuitas telah menopang penguatan harga minyak pada perdagangan Senin yang naik 2,2 persen di level USD63,29 per barel dengan harga saat penulisan USD63,28 per barel.

Harga minyak berbalik naik atau rebound pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), karena ketegangan perdagangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) menunjukkan tanda-tanda mulai berkurang.

Mengutip Antara, Selasa, 10 April 2018, patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, naik USD1,36 menjadi menetap di USD63,42 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni, bertambah USD1,54 menjadi ditutup pada USD68,65 per barel di London ICE Futures Exchange.

Pasar minyak terpukul keras pekan lalu di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia, dengan harga minyak New York dan Brent jatuh hampir dua persen pada Jumat lalu.

Sementara itu, harga minyak juga didukung oleh pelemahan dolar AS pada Senin, karena greenback yang lebih lemah membuat minyak yang dihargakan dalam dolar AS lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,31 persen menjadi 89,826 di akhir perdagangan.


(AHL)