AS Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Produksi Minyak Mentah 2018

   •    Rabu, 08 Aug 2018 12:05 WIB
minyak mentahekonomi amerika
AS Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Produksi Minyak Mentah 2018
Ilustrasi (FOTO: AFP)

New York: Laporan bulanan Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengungkapkan produksi minyak mentah Amerika Serikat pada 2018 diperkirakan tumbuh pada tingkat yang lebih lambat dari perkiraan sebelumnya. Hal itu dinilai akan terjadi di tengah harga minyak mentah yang lebih rendah.

Mengutip Antara, Rabu, 8 Agustus 2018, produksi minyak mentah AS telah naik secara dramatis dan sebagian besar didorong oleh peningkatan produksi dari formasi serpih, tetapi sekarang mungkin kenaikannya menjadi lebih lambat karena harga turun.

Produksi AS diperkirakan meningkat 1,31 juta barel per hari (bph) menjadi 10,68 juta barel per hari pada 2018, lebih rendah dari perkiraan pertumbuhan bulan lalu yang mencapai 1,44 juta barel per hari menjadi 10,79 juta barel, menurut Badan Informasi Energi AS (EIA).

Lembaga tersebut sedikit meningkatkan ekspektasinya untuk pertumbuhan produksi 2019 menjadi 1,02 juta barel per hari dari 1,01 juta barel per hari sebelumnya. EIA memperkirakan produksi minyak mentah menjadi rata-rata 11,7 juta barel per hari pada 2019, dibandingkan dengan 11,8 juta barel per hari sebelumnya.



Produksi minyak serpih membantu produksi AS di atasi 10 juta barel per hari untuk pertama kalinya sejak 1970-an. Badan itu sebelumnya memperkirakan produksi minyak mentah rata-rata lebih dari 12 juta barel per hari pada kuartal keempat 2019, tetapi merevisi bahwa rata-rata kuartalan turun menjadi 11,94 juta barel per hari.

Produksi yang lebih tinggi dari Rusia dan anggota OPEC telah menekan harga minyak mentah dalam beberapa pekan terakhir, kata lembaga itu. "Kami terus memperkirakan harga minyak mentah Brent turun menjadi USD70 per barel pada akhir 2018, karena pasar tampaknya cukup seimbang dalam beberapa bulan mendatang," kata Linda Capuano, Administrator EIA.

EIA mengatakan pertumbuhan permintaan minyak AS diperkirakan menjadi 470 ribu barel per hari pada 2018, tidak berubah dari perkiraan sebelumnya. Pertumbuhan permintaan diperkirakan akan meningkat 290 ribu barel per hari pada 2019, dibandingkan dengan 330 ribu barel per hari yang diperkirakan sebelumnya.

 


(ABD)


Qatar Janjikan Investasi USD15 Miliar di Turki
Di Tengah Krisis

Qatar Janjikan Investasi USD15 Miliar di Turki

8 hours Ago

Pejabat Turki mengatakan Qatar telah menjanjikan investasi senilai USD15 miliar berupa investas…

BERITA LAINNYA