Sepekan, Wall Street Tergelincir di Tengah Ekspektasi Reformasi Pajak

Angga Bratadharma    •    Senin, 04 Dec 2017 07:05 WIB
wall streetekonomi amerika
Sepekan, Wall Street Tergelincir di Tengah Ekspektasi Reformasi Pajak
Ilustrasi (AFP PHOTO/Bryan R. Smith)

New York: Bursa Wall Street telah berfluktuasi selama pekan ini karena investor fokus pada ketidakpastian politik dan menunggu sebuah keputusan pemilihan legislatif mengenai reformasi perpajakan. Hal semacam itu membuat Wall Street harus tergelincir dan perlu sentimen positif agar bisa terus menguat di masa mendatang.

Pada Jumat lalu, Wall Street dilanda laporan yang menunjukkan mantan Penasihat Keamanan Nasional AS Michael Flynn mengaku bersalah dan berbohong kepada Biro Investigasi Federal mengenai kontaknya yang tidak semestinya dengan Rusia. Pernyataan itu memberikan efek tersendiri terhadap pergerakan Wall Street.

"Pembelaan dan kesepakatan saya yang salah untuk bekerja sama dengan kantor pengacara khusus tersebut mencerminkan sebuah keputusan yang saya buat untuk kepentingan terbaik keluarga dan negara saya. Saya akan menerima tanggung jawab penuh atas tindakan saya," kata Flynn, seperti dikutip dari Xinhua, Senin, 4 Desember 2017.



Analis mengatakan ketidakpastian telah membebani pasar keuangan. Ketiga indeks utama tersebut turun tajam setelah berita tersebut, dengan Dow Jones Industrial Average turun lebih dari 300 poin sekitar tengah hari. Emas dan AS Treasuries menguat menyusul berita itu saat Wall Street segera melarikan diri ke aset safe haven.

Sementara itu, investor juga menantikan pemungutan suara Senat tentang reformasi perpajakan. Saham mengurangi kerugian mereka pada Jumat setelah Senator Mitch McConnell mengatakan bahwa mereka memiliki suara untuk menyampaikan tagihan pajak Senat.

Komite Anggaran Senat AS menyetujui tagihan pajak Republik untuk merombak kode pajak AS, mengirimkannya ke lantai Senat untuk memberikan suara. Partai Republik sebelumnya berharap bisa melewati sebuah rencana pada Kamis malam atau Jumat dini hari, namun terpaksa menunda pemungutan suara setelah sebuah kemunduran.

"Kami tetap positif terhadap ekuitas AS mengingat kekuatan pendapatan perusahaan, kemajuan dalam reformasi pajak perusahaan, dan iklim ekonomi internasional yang sangat mendukung," kata Kepala Alokasi Aset Global Bank Leumi USA Humberto Garcia.

 


(ABD)