Tiongkok Bentuk Konsorsium Ambil Saham Saudi Aramco

Angga Bratadharma    •    Jumat, 21 Apr 2017 15:49 WIB
ekonomi chinationgkok
Tiongkok Bentuk Konsorsium Ambil Saham Saudi Aramco
Tangki minyak terlihat di markas besar Saudi Aramco (REUTERS/Ali Jarekji)

Metrotvnews.com, Riyadh: Tiongkok membentuk sebuah konsorsium, termasuk dari raksasa minyak dan bank milik negara yang akan bertindak sebagai investor penting dalam penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO), Saudi Aramco. Konsorsium ini guna memuluskan rencana pembelian saham tersebut.

Saudi Aramco, eksportir kunci ke Tiongkok bersama dengan Rosneft dari Rusia, dijadwalkan membuat daftar di tahun depan dengan potensi penjualan ekuitas senilai USD100 miliar yang diperkirakan akan menjadi yang terbesar di dunia sampai saat ini.

"Investasi Tiongkok yang direncanakan membuat kemungkinan raksasa energi nasional akan mencari listing di Asia, dengan Hong Kong saat ini merupakan pelopor di antara bursa di wilayah tersebut," kata seorang sumber dengan pengetahuan mengenai diskusi tersebut, seperti dikutip dari Reuters, Jumat 21 April 2017.

Reuters melaporkan di awal bulan ini bahwa dewan Saudi Aramco akan bertemu di Shanghai pada Mei yang merupakan pertemuan pertamanya di Tiongkok dalam tujuh tahun. Hal itu karena investor Tiongkok dan Asia melihat penawaran saham dari eksportir minyak terbesar di dunia.

Pejabat Saudi mengatakan bahwa perusahaan Tiongkok tertarik untuk berinvestasi di IPO Aramco sebagai negara -konsumen minyak terbesar kedua di dunia- berusaha untuk mendapatkan pasokan minyak mentah, namun belum berkomentar mengenai bagaimana hal itu akan dilakukan.

Adapun China Investment Corporation (CIC), dana kekayaan kedaulatan negara yang mencapai USD800 miliar, perusahaan minyak Sinopec dan PetroChina, dan bank-bank negara yang dikelola negara tersebut berada di antara entitas yang didukung negara untuk berpartisipasi dalam Konsorsium investasi Tiongkok.

"IPO akan membantu memutuskan siapa, atau negara mana, yang dapat mengamankan pasokan minyak mentah dari perusahaan dan Arab Saudi ke depan," kata orang tersebut seraya menambahkan ukuran masing-masing saham perusahaan di konsorsium Tiongkok akan bergantung pada hubungan saat ini dengan Aramco dan Pemerintah Saudi.


(ABD)