Uni Eropa Berikan Sanksi Ekonomi ke Venezuela

Arif Wicaksono    •    Selasa, 14 Nov 2017 15:27 WIB
venezuela
Uni Eropa Berikan Sanksi Ekonomi ke Venezuela
Venezuela. AFP PHOTO/JUAN BARRETO.

Metrotvnews.com, Jakarta: Uni Eropa (UE) hari ini memberlakukan sanksi ekonomi kepada Venezuela yang dilanda bencana utang mencapai 150 miliar poundsterling atau mendekati kebangkrutan.

Dikutip dari express.co.uk, Selasa 14 November 2017, menteri luar negeri UE telah menyetujui sanksi termasuk embargo senjata pada negara yang dipimpin oleh rezim sosialis itu.   

Embargo senjata menambahkan Venezuela ke daftar negara yang menerima sanksi UE yang mencakup Korea Utara dan Suriah sehingga perusahaan pertahanan Eropa tidak dapat lagi melakukan bisnis ke negara itu.

Pemerintahan Venezuela berada di tengah krisis ekonomi setelah bertahun-tahun memiliki mengellontorkan belanja publik dan subsidi pemerintah dalam jumlah besar. Negara terkaya minyak keempat di dunia ini memiliki inflasi 481 persen.

Seperlima dari jumlah penduduk menganggur dan tiga perempat dari populasi negara itu kehilangan berat badan karena kekurangan makanan.

Pekan lalu perusahaan listrik negara, Corpoelec, gagal membayar obligasi senilai USD28 juta. Perusahaan minyak negara, PDVSA, sedang berjuang untuk mencari dana untuk membayar utang senilai USD3 miliar sebelum akhir tahun ini.

PDVSA belum melakukan pembayaran ke ONGC, perusahaan multinasional India, senilai USD540 juta dalam simpanan dividen karena investasi yang dilakukan perusahaan India atas sebuah proyek energi di Venezuela dalam enam bulan.

Presiden Venezuela Nicolás Maduro mengatakan pekan lalu bahwa negara tersebut berencana untuk merestrukturisasi beberapa obligasi senilai USD60 miliar dan sejumlah besar utang yang dipegang oleh PDVSA.

Juru bicara perusahaan investasi luar negeri ONGC, ONGC Videsh, mengungkapkan bahwa pihaknya bersedia memberi Maduro keuntungan.

"Mereka telah meyakinkan akan mengerjakan (pembayaran iuran). Pada waktunya akan diselesaikan dan langkah tindak lanjut akan dilakukan," ujar Videsh.

Asosiasi Swap dan Derivatif Internasional (ISDA) telah sepakat untuk meninjau permintaan untuk menentukan apakah tahap default telah terjadi karena kurangnya pembayaran. ISDA bertemu dengan Bank internasional untuk pertemuan restrukturisasi obligasi untuk PDVSA.

Rusia bisa menyelamatkan Venezuela dari krisis. Seorang sumber yang mengetahui perundingan mengatakan bahwa kedua negara akan menandatangani kesepakatan restrukturisasi utang pada 15 November dengan jangka waktu sekitar 10 tahun, dengan pembayaran meningkat secara bertahap.

"Venezuela harus membayar kembali sejumlah uang Rusia sebelum akhir 2017 untuk kesepakatan tersebut," kata sumber tersebut.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Venezuela juga harus membayar eksportir Rusia untuk produk yang sudah dikirim negara itu.   

"Venezuela telah sepakat untuk merestrukturisasi utang ke Moskow senilai USD3 miliar berdasarkan persyaratan yang disepakati sebelumnya," ujar Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov.

 


(SAW)

Pemerintah Masih Godok Pembentukan <i>Holding</i> BUMN Jasa Keuangan

Pemerintah Masih Godok Pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan

4 hours Ago

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menggodok pembentukan holding BUMN di sektor …

BERITA LAINNYA