Pemimpin Keuangan G7 Siap Lawan Kejahatan Siber Optimalkan Perekonomian

Angga Bratadharma    •    Selasa, 16 May 2017 07:38 WIB
ekonomi duniacyber crime
Pemimpin Keuangan G7 Siap Lawan Kejahatan Siber Optimalkan Perekonomian
Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble (kiri) berjabat tangan dengan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin selama pertemuan Menteri Keuangan G7 di Kota Bari, Italia selatan, Italia (REUTERS/Alessandro Bianchi)

Metrotvnews.com, Kota Bari: Pemimpin keuangan di tujuh negara terkemuka di dunia menjanjikan kerja sama yang lebih kuat melawan kejahatan cyber dan tidak menggunakan devisa untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. Namun terjebak pada kata-kata hati mereka tentang perdagangan, komunike terakhir mereka menunjukkan.

Menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Prancis, Jerman, Italia dan Inggris bertemu di Kota Bari, Italia, untuk membahas ekonomi dunia, memerangi pendanaan teroris, keamanan cyber, dan pajak.

Komunike terakhir pertemuan tersebut mengatakan tujuh negara akan menggunakan semua perangkat kebijakan -fiskal, struktural dan moneter- untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Adapun langkah itu penting agar pertumbuhan ekonomi dunia bisa lebih maksimal di masa-masa mendatang.
 
Dikatakan juga para pemimpin keuangan G7 akan memperkuat kerja sama untuk melawan ancaman cyber seperti serangan online global yang menginfeksi puluhan ribu komputer di hampir 100 negara pada Jumat. Kondisi seperti itu tentu diharap tidak kembali terjadi.

"Kami menegaskan kembali komitmen nilai tukar G7 yang ada terhadap nilai tukar yang ditentukan pasar dan untuk berkonsultasi secara seksama mengenai tindakan di pasar valuta asing," kata para pemimpin G7, dalam salah satu kesimpulannya, seperti dikutip dari Reuters, Selasa 16 Mei 2017.

Pernyataan tersebut mengatakan bahwa kebijakan fiskal harus digunakan untuk membantu penciptaan lapangan kerja sambil menjaga utang publik pada jalur yang berkelanjutan dan kebijakan moneter harus membantu aktivitas ekonomi tanpa mendorong inflasi yang kuat.

"Kami menegaskan kembali kebijakan fiskal dan moneter kami dan akan tetap berorientasi pada pencapaian tujuan kebijakan domestik masing-masing, menggunakan instrumen domestik dan kami tidak akan menargetkan nilai tukar untuk tujuan kompetitif," katanya, yang menekankan pentingnya menahan diri dari devaluasi kompetitif.

 


(ABD)