ASEAN Kaji Perdagangan Bebas dengan Kanada

Fauzi Jamal    •    Sabtu, 09 Sep 2017 12:58 WIB
kementerian perdaganganasean
ASEAN Kaji Perdagangan Bebas dengan Kanada
Mendag Enggartiasto Lukita bersama Utusan Perwakilan Kementerian Perdagangan Kanada Pamela Goldsmith-Jones. (FOTO: Dokumentasi Humas Kemendag)

Metrotvnews.com, Manila: ASEAN menugaskan Indonesia menjadi koordinator perundingan perjanjian perdagangan bebas dengan Kanada. Saat ini, ASEAN sudah melakukan kajian awal manfaat penerapan perdagangan bebas ASEAN-Kanada.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan saat bertemu secara bilateral dengan Utusan Perwakilan Kementerian Perdagangan Kanada Pamela Goldsmith-Jones, terungkap keinginan Kanada agar proses perjanjian bebas ASEAN-Kanada segera direalisasikan.

Selain sudah menyampaikan proposal free trade area (FTA), pemerintah Kanada juga meminta dialog yang mendalam dengan ASEAN terkait manfaat FTA bagi ASEAN dan Kanada.

Indonesia mengusulkan kepada ASEAN untuk melanjutkan kajian FTA ASEAN-Kanada dengan dibarengi upaya dialog yang intensif antara ASEAN dengan Kanada terkait FTA.



"Kanada yang berinisiatif meminta dialog mendalam dengan ASEAN terkait FTA. Kanada bahkan sudah melakukan pembicaraan dengan dua negara ASEAN terkait FTA ASEAN-Kanada. Karenanya, Indonesia mengusulkan agar kajian FTA ASEAN-Kanada dapat berjalan paralel dengan dialog mendalam antara ASEAN dengan Kanada," ujarnya saat ditemui di sela pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Ministers/AEM) di Pasay City, Filipina, Sabtu 9 September 2017.

Menurut Enggar, Indonesia menilai permintaan FTA ASEAN-Kanada harus diproses sebab berdasarkan kajian awal yang dilakukan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) terungkap bahwa perdagangan bebas ASEAN-Kanada sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Namun kajian perdagangan bebas ASEAN-Kanada masih perlu didalami lagi terutama keuntungan dan manfaatnya bagi masing-masing anggota ASEAN. Saat ini, ASEAN sudah melakukan perdagangan bebas dengan sejumlah negara di antaranya, Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang. (Fauzi Djamal/Metro TV)

 


(AHL)