Wall Street Rebound Usai Didera Pelemahan

Annisa ayu artanti    •    Sabtu, 12 Aug 2017 11:03 WIB
wall street
Wall Street <i>Rebound</i> Usai Didera Pelemahan
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, New York: Tiga indeks utama Amerika Serikat (AS) menguat setelah tiga hari melemah. Penguatan Wall Street ini karena investor bertaruh terhadap kenaikan bunga AS yang lebih lambat. Selain itu, investor juga mengabaikan sentimen yang terjadi akibat perperangan yang semakin agresif antara AS dan Korea Utara.

Mengutip Xinhua, Sabtu 12 Agustus 2017, pada penutupan perdagangan saham Jumat waktu setempat, indeks saham Dow Jones naik 14,31 poin atau 0,07 persen menjadi 21.858,32. Indeks saham S&P 500 bertambah 3,11 poin atau 0,13 persen menjadi 2.441,31. Indeks saham Nasdaq menguat 39,68 poin atau 0,64 persen menjadi 6.256,56.

Selama sepekan ini, indeks saham S&P 500 tergelincir 1,4 persen. Indeks saham Dow Jones susut 1,1 persen. Sedangkan indeks saham S&P 500 melemah 1,5 persen.

Indeks saham yang cenderung bergejolak karena adanya sentimen. Apalagi ancaman terus berlanjut antara AS dan Korea Utara. Presiden AS Donald Trump pun mengatakan kepada milter AS "Locked and Loaded" ketika Pyongyang menuduhnya menggerakan semenanjung Korea ke ambang perang nuklir.

Sementara itu, Direktur Per Striling Capital Management di Austin, Robert Phipps mengatakan bahwa ia yakin setelah Presiden Fed Dallas, Rob Kaplan mengatakan Fed memerlukan bukti kemajuan menuju sasaran inflasi sebelum menaikkan suku bunga.

"Jika laporan keuangan perusahaan tetap kuat, suku bunga tetap rendah, investor bisa melihat melampaui sentimen Korea Utara sehingga bursa saham AS tetap reli," ujar Phipps.

Pelaku pasar melihat kemungkinan suku bunga Desember turun sebesar 40 persen dari sebelumnya 42 persen, menurut Federal funds futures. Sementara itu, sekitar USD1 triliun dana keluar dari pasar saham sejak Donald Trump mengeluarkan ancaman kepada Korea Utara.

Lima dari 11 sektor saham S&P pun berakhir menguat didorong sektor saham teknologi. Namun, sektor saham bank turun 0,75 persen.


(AHL)