Emas Dunia Tertekan Jelang Pidato Tahunan Trump

   •    Rabu, 06 Feb 2019 07:33 WIB
harga emasemasekonomi dunia
Emas Dunia Tertekan Jelang Pidato Tahunan Trump
Ilustrasi (AFP PHOTO/Queens Jewels)

Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange turun tipis pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), menjelang pidato kenegaraan State of The Union Presiden Amerika Serikat Donald Trump, sementara ekuitas-ekuitas AS dan dolar menguat lebih lanjut.

Mengutip Antara, Rabu, 6 Februari 2019, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April, turun USD0,1 atau 0,01 persen menjadi menetap di USD1.319,20 per ons. Lapangan pekerjaan baru yang lebih tinggi dari perkiraan pada Januari dan ekspansi aktivitas di sektor manufaktur AS telah menyeret turun emas berjangka dalam dua sesi terakhir.

Pada Selasa 5 Februari, indeks Dow Jones Industrial Average, S&P 500 dan Nasdaq memperpanjang kenaikan, dan indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik di atas 96 sekitar tengah hari.

Namun demikian, faktor-faktor tersebut gagal memberikan tekanan signifikan terhadap emas, karena investor sedang menunggu pidato kenegaraan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa malam waktu setempat. Para investor membutuhkan lebih banyak petunjuk arah dari pidato tahunan Trump, kata analis.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 5 sen AS atau 0,31 persen, menjadi ditutup pada USD15,836 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman April turun sebanyak USD2,90 atau 0,35 persen menjadi USD819,90 per ons.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 172,15 poin atau 0,68 persen, menjadi berakhir di 25.411,52 poin. Indeks S&P 500 meningkat 12,83 poin atau 0,47 persen, menjadi ditutup di 2.737,70 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 54,55 poin atau 0,74 persen lebih tinggi, menjadi 7.402,08 poin.

Keuntungan tiga digit poin Dow Jones dipicu oleh reli saham Boeing. Saham produsen pesawat terbang itu menguat 3,32 persen menjadi sebesar USD410,18 per saham pada penutupan perdagangan.


(ABD)