Perang Dagang Jadi Kekhawatiran Terbesar Mantan Presiden OPEC

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 12 Jan 2019 13:02 WIB
minyak mentahopecPerang dagang
Perang Dagang Jadi Kekhawatiran Terbesar Mantan Presiden OPEC
Ilustrasi (FOTO: AFP)

New York: Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok serta produksi serpihan AS yang meningkat menjadi kekhawatiran utama Menteri Energi Uni Emirat Arab yang sekaligus juga mantan Presiden OPEC. Setelah tahun yang bergejolak untuk harga minyak, negara-negara pengekspor hidrokarbon terus menekan turbulensi di masa depan.

Terkait hambatan geopolitik untuk 2019, Menteri Energi Uni Emirat Arab Suhail Al Mazrouei mengatakan, salah satunya adalah potensi perang yang memanas antara Tiongkok dan AS. Adapun Mazrouei menyelesaikan masa jabatannya sebagai pemimpin OPEC pada 1 Januari.

"Kami tidak bermain-main dengan Presiden Trump atau Presiden lainnya. Saya pikir ini salah satu yang mendasar. Tidak hanya memengaruhi kita tetapi juga memengaruhi seluruh ekonomi dunia," kata Suhail Al Mazrouei, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 12 Januari 2019.

"Dan saya cenderung lebih optimistis bahwa kita tidak akan melihat perang. Ini taktik negosiasi, mereka akan berakhir pada resolusi, apapun, tahun ini atau tahun depan," tambahnya.

Meski ada nada optimistis yang hati-hati terhadap hasil negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung antara AS dan Tiongkok, Mazrouei menambahkan, dampak produksi serpih AS di pasar juga menjadi sesuatu yang semakin menempatkan anggota OPEC di bawah tekanan.

"Tapi ini satu hal terkait berapa banyak yang berasal dari produksi minyak serpih (AS). Saya pikir itu faktor lain yang perlu kita perhatikan dan kita perlu memberi tahu bahwa itu harus masuk akal," kata Mazrouei.

Perang dagang AS-Tiongkok, gejolak politik di Eropa, dan kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang akan datang juga secara serius mengaburkan prospek permintaan. Kondisi itu akhirnya memberikan efek buruk terhadap stabilitas dan harga minyak dunia.

Ditanya tentang kritik yang berkembang terhadap OPEC yang datang dari Gedung Putih, Mazrouei berpendapat, OPEC mendengarkan apa yang dikatakan AS ketika berbicara tentang harga minyak dan produksi, tetapi bersikeras bahwa kartel selalu melakukan hal yang benar.

"Saya pikir apa yang kami lakukan adalah kami mendengar mereka (AS). Mereka adalah konsumen utama versus negara-negara produsen utama, kami mendengar apa yang mereka katakan tetapi kami akan selalu melakukan hal yang benar dari perspektif kami yang selalu berusaha untuk menjaga keseimbangan," pungkasnya.

 


(ABD)


Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

6 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA