Bank Sentral Tiongkok Menunda Operasi Pasar Terbuka

Angga Bratadharma    •    Selasa, 09 Jan 2018 14:06 WIB
ekonomi chinationgkok
Bank Sentral Tiongkok Menunda Operasi Pasar Terbuka
Markas PBOC, di Beijing, Tiongkok (FOTO: AFP)

Beijing: Bank sentral Tiongkok atau People's Bank of China (PBOC) menunda operasi pasar terbuka pada Senin waktu setempat (Selasa WIB) dengan alasan likuiditas yang cukup dalam sistem perbankan. Sejauh ini, PBOC terus mendukung kebijakan pemerintah dari sisi moneter agar pertumbuhan ekonomi bisa terus terjadi.

"Likuiditas berada pada tingkat yang relatif tinggi, yang dapat mengimbangi pengaruh dari faktor-faktor seperti reverse repo yang jatuh tempo," ungkap PBOC, seperti dikutip dari Xinhua, Selasa, 9 Januari 2018.

Reverse repo adalah proses di mana bank sentral membeli sekuritas dari bank umum melalui penawaran dengan kesepakatan untuk menjualnya kembali di masa depan. Penangguhan reverse repo menyebabkan penarikan bersih sebesar 40 miliar yuan (sekitar USD6,17 miliar) dari pasar uang Tiongkok pada Senin, karena kontrak reverse repo sebelumnya telah jatuh tempo.

PBOC sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan operasi pasar terbuka secara fleksibel guna memenuhi kebutuhan likuiditas bank. Tiongkok akan melanjutkan kebijakan moneter yang berhati-hati dan netral pada 2018 karena ekonomi terbesar kedua di dunia berusaha untuk menyeimbangkan pertumbuhan dengan pencegahan risiko.

"Kebijakan moneter yang berhati-hati harus dijaga tetap netral, pintu air dari pasokan moneter harus dikendalikan, dan pembiayaan kredit dan sosial harus melihat pertumbuhan yang masuk akal," kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah Konferensi Kerja Ekonomi Pusat.

 


(ABD)