Dalam Satu Hari

Nilai Transaksi Festival Belanja Global Alibaba Capai Rp338 Triliun

Arif Wicaksono    •    Minggu, 12 Nov 2017 09:46 WIB
alibabapesta belanja online
Nilai Transaksi Festival Belanja Global Alibaba Capai Rp338 Triliun
Ilustrasi Alibaba. (FOTO: AFP)

Shanghai: Gelaran Global Shopping Festival yang diselenggarakan untuk seluruh platform milik Alibaba, perusahaan e-commerce global dari Tiongkok, pada tahun ini melampaui prediksi pengamat. Keberhasilan ini menjadi pelipur lara di tengah usaha Tiongkok mendorong pertumbuhan ekonominya. Total perdagangan dalam festival selama sehari ini mencapai USD25 miliar atau 168 miliar yuan. Angka tersebut setara dengan Rp338 triliun (kurs USD1 = Rp13.551).

Sinyal positif tembusnya rekor perdagangan dunia sudah tampak dari 13 jam setelah festival ini dilaksanakan dengan jumlah transaksi mencapai USD18,2 miliar atau melebihi capaian pada tahun lalu sebesar USD17 miliar.

CEO Alibaba Group Daniel Zhang mengatakan, bahwa hal ini merupakan iklim bisnis yang baik bagi bisnis e-commerce. Dia berharap capaian ini bisa berlanjut seterusnya.

"Kita ibaratkan festival ini sebagai pertandingan olimpiade dalam e-commerce. Ini merupakan capaian yang menakjubkan dan kita menjadi fully emerged in digital environment," kata dia di Shanghai, Sabtu 12 November 2017.

Dia mengatakan bahwa 40 persen dari transaksi itu berasal dari brand internasional. Sehingga ini menunjukkan bahwa seluruh brand terkenal ingin terlibat dalam belanja online terbesar di dunia ini. Keikutsertaan mereka tak lepas dari peran logistik yang berperan dalam pengapalan secara global yang bebas biaya pada hari ini.

"Peran logistik juga tampak dalam gelaran ini untuk menjaga kualitas konsumen global," kata dia.

Kenaikan pejualan didorong dari maraknya transaksi online yang dilakukan warga Tiongkok. 37 persen konsumen Tiongkok kerap membeli produk lewat online, angka ini di atas rata-rata transaksi global yang mencapai 13 persen.

Citigroup Inc memprediksi bahwa transaksi dalam gelaran Alibaba ini akan naik 30 persen dengan mencapai 158 miliar yuan pada tahun ini. Namun pada tahun ini transaksi ini mencapai kenaikan sebesar 47 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu. Festival ini semakin mengukuhkan sebagai transaksi terbesar setelah black friday di Amerika Serikat (AS) yang pada tahun ini diprediksi hanya akan mencapai USD5,57 miliar.




Tren Kenaikan selama Empat Tahun

Dari data Alibaba tampak bahwa dari 2013 hingga saat ini atau selama empat tahun transaksi double eleven day kerap mengalami peningkatan. Pada 2013 transaksi mencapai USD5,7 miliar. Naik pada 2014 dengan mencapai USD9,3 miliar, lalu pada 2015 dengan USD14,3 miliar dan pada 2016 mencapai USD17,8 miliar. Kemudian pada tahun ini mencapai USD25 miliar.

Tak hanya kenaikan perdagangan, transaksi juga naik dari 188 juta transaksi pada 2013 menjadi 285 juta transaksi. Sementara pada 2014 menjadi 710 juta pada 2015. Lalu mencapai satu miliar pada 2016. Pada tahun ini mencapai 1,48 miliar transaksi.

Penyebab dari kenaikan perdagangan juga muncul dari bertambahnya jumlah merek yang bergabung selama lima tahun terakhir. Pada 2013 ada 20 ribu merek, kemudian menjadi 27 ribu merek pada 2014 dan menjadi 40 ribu pada 2015, serta 98 ribu pada 2016 dan 140 ribu pada 2017.

Diharapkan perdagangan ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Pertumbuhan ekonomi Tiongkok melambat hingga kuartal III-2017. Pertumbuhan ekonomi Tiongkok di bawah tujuh persen secara rata-rata dari awal tahun hingga kuartal III-2017. Sudah dua tahun, atau dari 2015 hingga 2016, pertumbuhan ekonomi tiongkok di bawah tujuh persen.

 


(AHL)