Amerika-Tiongkok Awali Perang Dagang

   •    Jumat, 06 Jul 2018 11:09 WIB
Perang dagang
Amerika-Tiongkok Awali Perang Dagang
Presiden Tiongkok Xi Jinping (kiri) dan Presiden AS Donald Trump. (FOTO: AFP)

Jakarta: Amerika Serikat mulai menaikkan tarif yang tinggi pada barang-barang Tiongkok dengan nilai puluhan miliar dolar mulai pukul 24.00, Kamis, 5 Juli 2018. Ini pertanda Presiden AS Donald Trump akan melepaskan 'tembakan' pertama dalam perang dagang dengan Tiongkok.

Di sisi lain, Tiongkok juga telah tegas menyatakan akan menanggapi langkah AS dengan segera. Para ahli telah memperingatkan langkah-langkah tit-for-tat antara dua negara adikuasa di bidang keuangan itu akan mengirimkan gelombang kejut pada ekonomi global dan menyerang jantung sistem perdagangan dunia.

AS memungut tarif 25 persen pada lebih dari 800 kategori produk Tiongkok senilai sekitar USD34 miliar dan telah memperingatkan akan lebih banyak kejutan yang akan datang jika perang perdagangan meningkat. Trump telah mengancam untuk menaikkan secara progresif tarif AS hingga total USD450 miliar. Tahap kedua dari daftar 284 barang senilai USD16 miliar saat ini sedang ditinjau dan mungkin bakal ditambahkan ke daftar AS.

Tiongkok diperkirakan membalas segera setelah tarif AS diberlakukan dengan memaksakan bea atas barang-barang senilai kira-kira jumlah yang sama, tetapi dengan penekanan yang lebih besar pada produk pertanian yang sensitif secara politik.

"AS telah memprovokasi perang perdagangan ini. Kami tidak ingin melawannya, tetapi untuk menjaga kepentingan negara dan rakyat, kami tidak punya pilihan selain berperang," kata Gao Feng, juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok.

Di bawah bendera kebijakan 'Amerika Pertama', Trump juga menargetkan mitra dagang tradisional lain dari AS, seperti Uni Eropa, Jepang, Meksiko, dan bahkan Kanada.

Tanda-tanda perselisihan perdagangan global meningkat sudah memengaruhi ekonomi top dunia dengan tarif baja dan aluminium siap diberlakukan dan Gedung Putih mengancam menambah bea masuk impor mobil.

Produsen sepeda motor ikonis Amerika Harley Davidson telah mengumumkan rencana untuk memindahkan produksi ke luar negeri. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari tarif pembalasan dari Uni Eropa dan menarik rentetan serangan di Twitter dari Trump.

Kamar Dagang AS yang berpengaruh mendesak Trump pekan ini untuk mempertimbangkan kembali tindakannya.

"Tarif balik sekarang memengaruhi USD75 miliar nilai ekspor Amerika dan membahayakan dunia pekerjaan di AS." (Media Indonesia)

 


(AHL)