India Tegaskan Tidak Kenai Pajak Keuntungan Tinggi di Pasar Modal

Angga Bratadharma    •    Senin, 26 Dec 2016 11:03 WIB
india
India Tegaskan Tidak Kenai Pajak Keuntungan Tinggi di Pasar Modal
Menteri Keuangan India Arun Jaitley (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

Metrotvnews.com, Mumbai: Menteri Keuangan India Arun Jaitley mengatakan pemerintah tidak berencana untuk mengenakan pajak keuntungan modal jangka panjang, sehari setelah Perdana Menteri Narendra Modi menyarankan bahwa orang mendapatkan keuntungan dari pasar keuangan harus membuat 'kontribusi yang adil' untuk pembangunan bangsa.

Komentar Modi ditafsirkan oleh beberapa media lokal sebagai promosi untuk pajak yang lebih tinggi atas penghasilan dari pasar modal. Tapi Menteri Keuangan Arun Jaitley mengatakan pidato Modi telah disalahtafsirkan. Dalam hal ini, perlu ada gambaran yang dilihat lebih mendalam lagi atas komentar tersebut.

"Saya ingin benar-benar mengklarifikasi bahwa tidak ada kesempatan atau peluang bagi siapapun untuk mencapai kesimpulan seperti itu. Karena ini bukan apa kata Perdana Menteri," kata Jaitley, di New Delhi, seperti dikutip dari Reuters, Senin (26/12/2016).

Baca: Atasi Masalah Ekonomi, India bak 'Bintang Bersinar'

Selain itu, lanjutnya, tidak ada niat dari pemerintah untuk melakukan promosi guna mengenakan pajak yang lebih tinggi lagi dari pasar modal. Dalam hal ini, Pemerintah India terus berupaya agar pasar modal bisa terus tumbuh dan berkembang lebih maksimal di masa mendatang.

"Juga tidak ada niat dari pemerintah seperti yang telah dilaporkan dalam bagian dari media itu sendiri," tegas Jaitley.

Baca: IMF: India Bakal Salip Ekonomi Tiongkok di 2016

Sedangkan Modi menegaskan bahwa Pemerintah India terus berupaya mengikuti kebijakan ekonomi yang sehat dan prudent. Kondisi itu siap diberlakukan guna memaksimalkan pertumbuhan ekonomi lebih baik, utamanya di era ketidakpastian ekonomi dunia sekarang ini.

 


(ABD)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA