Bank Sentral Jepang Diminta Terus Pacu Perekonomian

Angga Bratadharma    •    Senin, 08 Jan 2018 12:02 WIB
ekonomi jepang
Bank Sentral Jepang Diminta Terus Pacu Perekonomian
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (FOTO: AFP)

Tokyo: Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe meminta Gubernur Bank of Japan (BoJ) Haruhiko Kuroda untuk terus berupaya merefleksikan dan memacu laju ekonomi. Di sisi lain, Shinzo Abe ragu-ragu mengenai apakah akan kembali menunjuk Kuroda dalam jangka waktu lima tahun lagi di posisi orang nomor satu di BoJ.

Kuroda dipilih sendiri oleh Abe untuk mengambil alih kendali bank sentral pada 2013 untuk menerapkan program stimulus besar. Program itu merupakan bagian dari kebijakan refleksi Abenomik utama yang membantu meningkatkan pertumbuhan namun gagal menaikkan inflasi ke target bank sebesar dua persen.

Abe mengatakan bahwa pemerintah akan terus bekerja sama dengan bank sentral untuk mendorong pertumbuhan, sehingga dia bisa mengumumkan sebuah pengumuman resmi mengenai deflasi pada tanggal sedini mungkin. Sejauh ini, pemerintah dan BoJ berharap gerak inflasi bisa mendekati dua persen.

"Gubernur Kuroda telah memenuhi harapan saya dengan ketersediaan lapangan kerja di level tertinggi 43 tahun. Saya ingin dia mempertahankan upayanya, tapi saya belum memutuskan siapa yang harus menggantikan Kuroda saat masa jabatannya berakhir pada April," kata Abe, seperti dikutip dari Xinhua, Senin, 8 Januari 2018.



Banyak analis melihat peluang yang cukup bagus bahwa Kuroda akan diangkat kembali saat pemerintah memilih penerusnya dan dua wakilnya dalam beberapa bulan mendatang, keputusan yang memerlukan persetujuan parlemen. Abe mengatakan ekonomi Jepang menunjukkan tanda-tanda muncul dari deflasi, dengan mengencangkan pasar kerja mendorong kenaikan upah.

"Kami akan menyebarkan semua kebijakan yang tersedia sehingga kami dapat mengumumkan penghentian deflasi pada tanggal sedini mungkin. Ini mungkin belum tentu tahun ini, tapi pemerintah dan BoJ harus memenuhi tanggung jawab mereka," ujarnya.

Beberapa pembuat kebijakan ingin mengumumkan berakhirnya deflasi, yang akan membantu Abe berpendapat bahwa kebijakannya berhasil mengubah ekonomi. Tapi hal itu juga bisa memberi pembenaran BoJ untuk menarik stimulus krisis-mode, beberapa analis mengatakan.

 


(ABD)